Kalau ada satu pemain yang layak mendapakan pujian khusus dari laga Juventus vs Real Madrid, pemain itu adalah Carlos Tevez. Carlitos --panggilan untuknya-- punya andil besar dalam dua gol Juventus ke gawang Madrid.
Rabu (6/5) dinihari WIB, Juventus untuk pertama kalinya sejak 2003, bermain di semifinal Liga Champions. Lawan yang mereka hadapi bukan lawan sembarangan: Real Madrid, juara Liga Champions musim kemarin.
Namun, Juventus tampil bagus. Penguasaan bola kedua tim nyaris setara, 49:51, tetapi Bianconeri menciptakan attempts on target lebih banyak, yakni 7 berbanding 4. Di antara pemain-pemain Juventus yang rajin mengancam gawang Madrid, yang paling sering adalah Tevez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol pertama Juventus bahkan lahir dari usaha Tevez. Tendangannya dari dalam kotak penalti masih bisa diblok oleh Iker Casillas. Namun, bola rebound langsung disambar oleh Alvaro Morata yang berada tepat di depan gawang.
Demikian pula dengan gol kedua Juventus. Tevez mengawalinya dengan melakukan serangan balik sampai ke kotak penalti Madrid. Imbasnya, penyerang asal Argentina itu dilanggar oleh Dani Carvajal dan Juventus pun mendapatkan tendangan penalti.
Tevez sendiri yang kemudian menjadi algojonya. Dengan tenang, Tevez melepaskan tembakan ke arah tengah, mengecoh Casillas yang memilih melompat ke sebelah kiri.
"Carlos Tevez punya darah United seperti saya. Dia adalah seorang pemenang," ujar bek kiri Juventus yang juga sahabat karib Tevez sejak bermain di Manchester United, Patrice Evra, di BBC.
"Musim ini dia begitu fantastis dan kami semua ingin menjuarai Liga Champions," lanjut Evra.
Tevez, 31 tahun, adalah pencetak gol terbanyak Juventus di Serie A musim ini. Dari 31 kali bermain, Tevez sudah mengemas 20 gol.
Namun, tugasnya --dan juga Juventus-- belum selesai. Dengan satu gol tandang, Madrid masih punya kans besar. Pekerjaan berat pun menanti Carlitos dan timnya itu pada leg II di Santiago Bernabeu, 13 Mei mendatang.
(roz/din)










































