Tenang, Ada Guddy

Tenang, Ada Guddy

- Sepakbola
Rabu, 06 Des 2006 14:23 WIB
Tenang, Ada Guddy
Jakarta - Cederanya beberapa pilar lini depan Barcelona sempat membuat khawatir El Barca. Tapi kini mereka sudah bisa tenang. Eidur Gudjohnsen membayar penuh kepercayaan yang datang padanya.Didatangkan dari Chelsea awal musim ini Gudjohnsen diharapkan mampu mengisi tempat yang ditinggalkan Henrik Larsson. Saat itu tak sedikit yang meragukan kemampuannya menembus solidnya komposisi lini depan Barca yang diisi Samuel Eto'o, Ronaldinho dan Lionel Messi.Kondisi tersebut benar terjadi di awal musim, striker 26 tahun itu lebih banyak masuk sebagai pemain pengganti. Namun itu tak berlangsung lama, Eto'o, Messi sampai Javier Saviola didatangi cedera yang memaksa mereka menepi dari lapangan cukup lama.Kehilangan pilar yang mengantar mereka menjadi kampiun Spanyol dan Eropa jelas membuat kubu Barca risau. Gudjohnsen memang cukup ampuh saat berseragam Chelesa, tapi ketangguhannya di tanah Spanyol belum teruji.Tak ada pilihan lain untuk menemani Ronaldinho, Frank Rijkaard menunjuk Guddy. Hasilnya? Sangat memuaskan, total sudah lima gol ia cetak di La Liga dan menjaga Barca berada di urutan teratas klasemen.Tapi tuah Guddy tak hanya datang di kompetisi domestik. Di Liga Champions ia ikut memberi kontribusi. Saat Barca harus menjalani partai hidup mati, satu golnya -- melengkapi gol Ronaldinho -- memastikan kemenangan 2-0 atas Werder Bremen, Rabu (5/12/2006).Karir Guddy sebagai pesepakbola sebenarnya nyaris habis saat ia mengalami cedera parah tahun 1996 yang membuat PSV Eindhoven -- klubnya saat itu -- melepasnya. Sempat kembali ke kampung halamnanya bersama KR Reykjavik, Gudy merintis kembali karirnya saat dikontrak Bolton Wanderers tahun 1998.Mencetak 18 gol dalam 55 laga bersama Bolton membuat Chelsea terpikat padanya dan akhirnya pindah ke London tahun 2000. Di Stamford Bridge pria kelahiran 15 September 1978 itu tampil luar biasa dengan membukukan 78 gol dari 263 penampilan. Gelar juara Premiership musim 2004-2005 tak bisa lepas dari kontribusi besarnya.Namun membanjirnya pemain besar ke The Blues membuat Guddy tersingkir. Ia sempat meninggalkan garis takdirnya dengan bermain agak ke belakang menjadi gelandang walau akhirnya kembali tergusur. Maka saat Barcelona datang menawarkan kontrak berdurasi tiga tahun Gudy tak ragu menerimanya. Keputusan yang mungkin tak akan disesali, ia mampu membayar kepercayaan yang datang padanya dengan gol, gol dan gol. Dalam diri Guddy Barca berhasil menemukan pengganti yang tak kalah hebat dengan Larsson. (din/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads