Setelah menderita kekalahan di pertandingan melawan Manchester City, Southampton bertandang ke Emirates Stadium dengan tujuan untuk kembali mendapatkan tambahan poin. Pada akhirnya bukan itu yang mereka dapatkan. Menantang Arsenal, Southampton kalah dan malah membuat mata dunia terbuka mengenai kelemahan mereka.
Ya, hingga akhir November, Soton memang mengejutkan. Mereka sanggup bertahan di Empat Besar bukan hanya sekadar sepekan-dua pekan, tapi hingga pekan ke 13. Bahkan hingga pekan 12, sebelum mereka dikalahkan City akhir pekan lalu, mereka masih duduk di peringkat dua dan menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Tapi kini dua kekalahan beruntun akhirnya mereka derita dari dua tim kuat yaitu City dan Arsenal.
Menekan dan Menunggu, serta Hujan Umpan yang Tidak Menentu
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setinggi mungkin Arsenal menekan; lini depan Arsenal adalah barisan pertahanan pertama yang harus ditaklukkan Southampton. Sedekat mungkin dari gawang Southampton, para pemain Arsenal berusaha merebut bola β baik lewat tekel maupun intersep. Semua cara dilakukan oleh Arsenal untuk merebut bola dari penguasaan para pemain Southampton. Semua, termasuk berusaha mencoret nama Fraser Forster, penjaga gawang Southampton, sebagai opsi penerima umpan. Beberapa kali terlihat pemain depan Arsenal berdiri di antara pemain belakang Southampton dan Forster agar tak ada backpass yang tercipta. Sekeras itu kemauan para pemain Arsenal untuk merebut bola dari penguasaan para pemain Southampton.

Pendekatan tanpa bola seperti itu membawa Arsenal, yang secara keseluruhan memiliki catatan 22 successful tackles dari 23 kali usaha untuk merebut bola secara langsung dari kaki lawan, menorehkan catatan delapan successful tackles di daerah permainan Southampton. Di daerah permainan yang sama pula Arsenal berhasil mencatatkan jumlah interception yang sama banyaknya.
Zonal marking yang diterapkan oleh Southampton, sementara itu, membuat mereka memiliki 39 clearance yang semuanya terjadi di dalam dan di daerah sekitar kotak penalti β berbeda dengan Arsenal yang memiliki 16 clearance saja, dengan titik terjauh yang lebih tinggi ketimbang titik terjauh Southampton.

Perbedaan pendekatan tanpa bola, bagaimanapun, tidak lantas membuat kedua tim memiliki cara yang berbeda untuk menebar ancaman. Kedua tim sama-sama banyak melepaskan umpan silang. Kedua tim sama-sama gagal menerapkan cara ini.
Hanya lima dari 31 umpan silang Arsenal yang berhasil mencapai target. Selebihnya berhasil diamankan oleh barisan belakang Southampton, baik disapu oleh pemain belakang maupun ditangkap dengan mudah oleh Forster. Catatan Southampton malah lebih buruk lagi. Walaupun ada dua umpan silang tepat sasaran dari 22 kali percobaan, keduanya umpan silang tersebut tidak diterima di daerah berbahaya.
Alexis FC?
Ucapan terima kasih dalam bentuk apapun rasanya pantas dialamatkan kepada Alexis Sanchez. Tanpa gol tunggal Alexis, tak akan mungkin Arsenal berhasil menggantikan posisi Swansea City di tabel klasemen sementara.
Satu gol dari Alexis berarti tiga angka tambahan untuk Arsenal. Tiga angka tambahan yang sangat penting karena berhasil membawa Arsenal naik posisi ke peringkat keenam, dua angka di belakang posisi terakhir zona Champions League β habitat alami Arsenal sejak era Arsene Wenger.
Rasa terima kasih juga pantas dialamatkan kepada Alexis karena alasan ini: bukan sebuah kebetulan jika pada akhirnya nama Alexis terpampang di papan skor. Sepanjang pertandingan, Alexis bekerja keras. Walaupun dirinya diposisikan sebagai penyerang sayap kiri, Alexis tidak memiliki ruang gerak yang terbatas. Di kiri dan di kanan, di depan dan di belakang, Alexis selalu ada.

Kehadiran Alexis bahkan tetap terasa walau Arsenal tidak menguasai bola. Seringkali ia jauh turun membantu pertahanan. Tidak mengherankan, karenanya, jika Alexis berhasil menorehkan catatan satu successful tackle dan satu interception di daerah sepertiga permainan Arsenal.
Sumbangan terbesar, bagaimanapun, tetap saja teras ketika Alexis menguasai bola. Berkali-kali ia memulai serangan Arsenal dari daerah yang cukup dalam untuk ukuran seorang penyerang. Koneksi dengan bola yang dimiliki oleh Alexis berhasil membuat Arsenal mendapatkan lima tendangan bebas.
Dan walaupun hanya berhasil melewati lawan dalam dua kesempatan, Alexis tetap berbahaya karena tidak hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran, ia juga berhasil menyuguhkan tiga peluang untuk rekan-rekannya.
Keputusan Tepat di Menit ke-64
Salah satu momen paling penting dalam pertandingan ini terjadi di pertengahan babak kedua. Pada menit ke-64, Wenger melakukan pergantian pemain yang tepat. Ia menarik keluar Alex Oxlade-Chamberlain untuk memberi tempat kepada Olivier Giroud. Kehadiran Giroud membuat usaha Arsenal untuk menebar ancaman terlihat semakin mudah.
Kehadiran Giroud pula yang menyelamatkan Alexis. Pada babak kedua, Alexis terlihat tidak berbahaya seperti di babak pertama karena dirinya ditempatkan sebagai penyerang tengah. Permainan Alexis terlihat tidak terlalu baik di posisi ini mengingat keunggulan yang ia miliki tidak bisa diterapkan dengan baik melawan Southampton (atau tim mana pun) yang memiliki garis pertahanan rendah dan bermain menunggu.
Kehadiran Giroud membuat Alexis kembali turun lebih dalam, memulai serangan sedekat mungkin dari gawang Arsenal. Bersama Welbeck, Giroud berduet sebagai penyerang tengah. Cara ini terbukti efektif. Ketangguhan fisik Giroud dan Welbeck membuat barisan belakang Southampton kerepotan, walaupun kebersamaan keduanya terhitung singkat karena Welbeck ditarik keluar pada menit ke-81.

Walaupun hanya menjalani kurang dari setengah jam terakhir pertandingan, Giroud berhasil menciptakan tiga peluang untuk rekan-rekannya. Titik puncak sumbangan Giroud, bagaimanapun, adalah saat keberadaannya di dalam kotak penalti Southampton mampu menarik perhatian dua pemain Southampton secara bersamaan sehingga Alexis berada dalam kondisi tanpa kawalan saat mengubah umpan Aaron Ramsey menjadi gol.
Tidak Suci seperti Emi, tapi Forster Tetap Gemilang
Emiliano Martinez hanya perlu mengamankan satu tembakan untuk menjaga kesucian gawang Arsenal untuk kali kedua dalam pertandingan kedua yang ia jalani sebagai starter musim ini. Di ujung lapangan yang lain, Fraser Forster bekerja keras dan menunjukkan kelasnya sebagai salah satu nama terdepan untuk menggoyang posisi Joe Hart di tim nasional Inggris.
Sepanjang pertandingan, Forster menghadapi delapan tembakan tepat sasaran.Tujuh kali ia berhasil melakukan penyelamatan. Beberapa di antaranya bahkan pantas menerima standing ovation karena memang sangat berkelas.

Walau pada akhirnya ia gagal menjaga kesucian gawang Southampton, Forster tetap pantas diberi penghargaan tinggi. Tidak banyak memang yang bisa ia lakukan ketika Alexis tanpa kawalan melepaskan sebuah tendangan dari jarak yang sangat dekat. Lagipula, kelas Sanchez memang terlalu tinggi untuk gagal memanfaatkan peluang sebaik itu.
Kesimpulan
Sejauh ini pujian setinggi langit memang pantas dialamatkan kepada Southampton mengingat di awal musim banyak sekali masalah yang harus mereka hadapi dan temukan pemecahannya. Namun kekalahan dari Arsenal membuka mata dunia mengenai kekurangan Southampton. Southampton ternyata belum pantas disejajarkan dengan tim-tim elit Premier League.
Alasannya sederhana: Southampton belum mampu membuktikan diri di pertandingan-pertandingan besar. Musim ini mereka sudah menderita empat kekalahan, dan keempatnya terjadi ketika mereka melawan tim-tim yang mengakhiri musim lalu di posisi enam besar: Liverpool, Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Arsenal.
Jika Southampton tidak bisa menemukan formula untuk meraih kemenangan di pertandingan-pertandingan besar, maka impian untuk berlaga di Champions League harus menunggu hingga (setidaknya) akhir musim depan.
Arsenal sendiri nampaknya akan menerima kemenangan ini sebagai momentum yang baik. Walaupun mereka hanya berhasil meraih dua kemenangan tipis setelah dua kali kalah dengan skor 2-1 (saat melawan Swansea di pekan ke-11 dan Manchester United di pekan ke-12), enam angka dari dua pertandingan tetaplah raihan poin sempurna.
====
* Dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini
(krs/rin)











































