Diego Lopez dan Pertahanan Ultra Milan Buat Roma Tak Mampu Cetak Gol

Liga Italia: Roma 0-0 Milan

Diego Lopez dan Pertahanan Ultra Milan Buat Roma Tak Mampu Cetak Gol

- Sepakbola
Minggu, 21 Des 2014 17:29 WIB
Diego Lopez dan Pertahanan Ultra Milan Buat Roma Tak Mampu Cetak Gol
Getty Images/Giuseppe Bellini
Jakarta - Upaya AS Roma untuk menyalip Juventus di posisi puncak mesti tertunda setelah ditahan oleh AC Milan. Pada laga di Stadion Olimpico, Minggu (21/12/2014) dinihari, kedua tim bermain imbang 0-0.

Roma sebetulnya lebih berpeluang untuk menang, mengingat lawan bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-68. Namun, kesempatan itu tidak mampu dimanfaatkan tuan rumah untuk membuka keunggulan.

Dengan raihan satu poin, skuat besutan Rudi Garcia tersebut tetap tertahan di peringkat kedua Serie A dengan raihan 36 poin, berselisih tiga angka dengan Juventus di puncak klasemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, bagi Milan, hasil imbang ini bisa dikatakan sudah cukup. Mengumpulkan angka 25, anak-anak asuh Filippo Inzaghi ini hanya terpaut satu poin dengan dua penghuni zona eropa (Lazio, Fiorentina).



Kubu Roma turun dengan formasi 4-3-3. Pos yang biasa diisi Adem Ljajic kali ini diisi Alessandro Florenzi. Sedangkan Milan tetap dengan formasi pohon natal 4-3-2-1 andalan.

Akan tetapi Stephan El Shaarawy tidak menjadi starter kali ini. Inzaghi lebih memilih duet Keisuke Honda dengan Giacomo Bonaventura sebagai penopang Jeremy Menez.

Pertahanan Rapat Milan, Sulitkan Roma

Sejak peluit dibunyikan Milan pintar memainkan tempo permainan. Dari tengah, Ricardo Montolivo memegang komando menahan nafsu menyerang rekan-rekannya.

Beberapa kali kapten I Rossoneri kerap memberi intruksi "sabar" kepada rekan-rekannya, ketika Roma memainkan bola di wilayah sendiri. Walau jarak penjagaan pilar-pilar Milan dengan Francesco Totti dkk sangat berdekatan, para anak asuh Inzaghi tidak terburu-buru melakukan duel.

Duel baru dilakukan ketika bola masuk ke wilayah Milan. Intersepsi, clearance dan pelanggaran sering dilakukan di wilayah I Rossoneri selama babak pertama. Sebanyak 12 pelanggaran terjadi dengan tujuh diantaranya berada di wilayah Milan.

Sepanjang pertandingan, Inzaghi terlihat menginstruksikan para anak asuhnya bermain dengan garis pertahanan rendah. Terlihat dari gestur tangannya yang melambai-lambaikan ke arah gawang sendiri.

Bahkan pertahanan Milan layaknya dinakhodai oleh Jose Mourinho. Sebanyak 11 pemain Milan berada setengah lapangan. Menez sebagai ujung tombak pun turun hingga setengah lingkaran lapangan Olimpico.

Hal itu dilakukannya untuk membantu rekan-rekannya bertahan di sepanjang babak pertama. Dirinya berhasil memenangi duel udara satu kali dengan Mapou, juga merebut bola dari Maicon.

Nigel de Jong pun seolah menjadi bek bayangan Milan. Bermain dengan formasi empat bek sejajar, Milan seolah menggunakan lima pemain belakang. Pemain asal Belanda itu terus membayang-bayangi di area luar kotak penalti. Patuh dan tidak terpancing maju ke depan.



Heatmap Nigel de Jong sepanjang pertandingan. Meringankan tugas empat bek Milan.

Dalam laga semalam, Francesco Totti diplot seabagai pembagi serangan di sektor depan. Terhitung Totti melakukan 48 kali operan di depan kotak penalti lawan dengan tiga di antaranya membuahkan peluang emas. Jumlah itu paling banyak diantara dua trisula Roma lainnya, baik Florenzi atau Ljajic, maupun Gervinho.

Rapatnya lini pertahanan Milan membuat serangan anak asuh Rudi Garcia ini seolah buntu. Mereka pun hanya berkutat dengan operan-operan pendek di sekitaran luar kotak penalti dan sesekali melancarkan tendangan jarak jauh. Jika mentok, maka mencari kesempatan agar dijatuhkan.



Grafis passing Roma lebih banyak di tengah lapangan. Sesekali Gervinho menusuk ke sisi kanan kotak penalti.

Sepanjang pertandingan, Roma melancarkan 15 kali percobaan tendangan ke gawang. Empat diantaranya mengarah ke gawang, tiga kali melenceng dan sisanya mampu diblok oleh para penggawa Milan.

Gemilangnya Diego Lopez

Akan tetapi upaya sepakan jarak jauh atau eksekusi bola mati menjadi sia-sia bagi I Giallorossi. Percobaan itu terasa percuma jika kiper yang dihadapinya adalah Diego Lopez. Dirinya bak pahlawan di Stadion Olympico saat itu. Kiper asal Spanyol tersebut, berkali-kali mementahkan tendangan jarak jauh para pemain Roma.

Eksekusi bola mati pun sama saja, masih belum cukup membobol gawang Lopez. Tendangan bebas Francesco Totti di babak pertama masih bisa dihalaunya.

Penyelamatan paling fantastis Lopez terjadi di perpanjangan waktu babak kedua. Ketika mengamankan tendangan jarak dekat Gervinho yang sudah mengecoh para bek Milan. Total, sepanjang pertandingan Lopez menyelamatkan gawang sebanyak enam kali.

Menez Bekerja Sendirian

Pola serangan Milan hanya memanfaatkan serangan balik. Itu pun dilancarkan ketika berhasil memenangi duel di wilayah sendiri. Sepanjang laga, para anak asuh Inzaghi itu berhasil 24 kali melakukan intersep dan 22 kali blocking bola.



Rataan 44 % tekel Milan

Pada serangan balik itulah, I Rossoneri betul-betul sangat bergantung kepada Menez. Sayangnya, kerja keras pemain yang sedang melawan mantan klubnya itu tidak mendapatkan dukungan yang baik. Kedua bek sayap yakni Pablo Armero dan Daniele Bonera sering telat naik membantu serangan, terutama nama terakhir, jarang sekali terlihat menggiring bola hingga ke depan.
Β 
Kedua bek sayap Milan itu memang diplot untuk lebih mengamankan daerahnya masing-masing. Mengingat agresivitas kedua sayap I Giallorossi wajib diredam. Hasilnya, Gervinho dan Florenzi tidak dapat berbuat banyak. Kendati kedua penyerang sayap itu beberapa kali melakukan pertukaran posisi.

Alhasil, Menez pun bermain lebih melebar ke kiri karena di kanan Honda sedikit lebih membantu. Ketika bola sudah sampai di Menez, dirinya mencoba mendelay bola. Untuk menunggu Armero atau pemain lainnya yang naik kedepan, membantu membuka ruang baginya.

Namun upaya serangan seperti itu dipersulit dengan penampilan disiplin Douglas Maicon dan Jose Cholevas. Dua pemain tersebut, selalu sigap kembali ke posnya masing-masing, saat Milan melancarkan serangan balik.

Sadar akan ketergantungan serangan Milan kepada Menez, maka pertahanan Roma difokuskan kepada dirinya. Pergerakan Menez seolah tidak pernah lepas dari pemain Serigala Ibukota, terutama Manolas atau Mapou Yanga-Mbiwa.

Bayang-bayang Destro dan Torosidis

Kartu merah yang diberikan wasit kepada Pablo Armero pada menit ke-70, seharusnya menguntungkan bagi tuan rumah. Rudi Garcia pun memasukan Mattia Destro mengganti Daniele De Rossi. Maka sejak saat itu Roma main dengan empat penyerang, dengan harapan menambah daya gedor serangan.
Inzaghi pun melakukan subtitusi untuk menutup kekosongan Armero. Honda diganti oleh Alex. Pemain bernomor punggung 33 itu masuk mengisi bek tengah. Cristian Zapata pun digeser ke bek sayap kanan, sedangkan Bonera dioper ke bek sayap kiri.

Alhasil, Milan bermain lebih bertahan lagi. Sebanyak 10 orang berada di wilayah sendiri. Bahkan Menez banyak berada di depan kotak penalti, untuk membantu rekan-rekannya bertahan.

Di sisi lain, harapan Garcia kepada Destro menjadi sia-sia. Striker Roma itu tidak menjalankan tugasnya untuk memecah kebuntuan. Kehadirannya seolah-olah hanya untuk menakuti bek dan kiper lawan.

Selama 20 menit waktu sisa, Destro tidak banyak membantu apa-apa. Justru malah melakukan pelanggaran dua kali dan mendapatkan satu kartu kuning. Tidak satupun tendangan ke gawang dilepaskannya. Bahkan, Destro hanya menyentuh bola empat kali saja.

Nasib pemain pengganti Roma lain pun nampak sama saja. Bisa dibilang Vasilis Torosidis, pemain pengganti kedua yang terparah setelah Destro. Satu peluang emas dibuangnya begitu saja. Padahal kala itu Lopez sudah tidak berdaya, namun Torosidis menendang bola jauh k eatas gawang. Sebagai seorang bek sayap, dari lima kali crossing hanya satu kali yang tepat sasaran.

Kesimpulan

Strategi ultra defensive Milan membuat Roma tidak mampu mencetak gol. Terlebih Filippo Inzaghi betul-betul mempelajari peta kekuatan I Giallorossi. Seperti yang sudah-sudah, skuat besutan Rudi Garcia itu acapkali kesulitan menghadapi lawan yang total bertahan.

Kesulitan untuk menembus pertahanan Milan pun ditambah dengan gemilangnya pernampilan Diego Lopez. Padahal Totti dkk, lebih menguasai pertandingan. Penguasaan bola dimenangi oleh Roma dengan rataan 61,6 %.

Satu poin bagi Montolivo dkk di kandang 'Serigala Ibukota', dirasa cukup adil untuk dibawa pulang ke Milan. Terlihat dari intruksi Inzaghi sejak babak pertama yang memainkan tempo lambat. Ditambah pertahanan total, apalagi ketika bermain dengan 10 pemain.

Skor kacamata 0-0 merupakan hasil realistis bagi Milan.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

(roz/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads