Dua gol Harry Kane pada menit ke-56 dan ke-86 membalikkan keadaan, setelah Arsenal unggul terlebih dahulu lewat gol Mesut Oezil pada menit ke-11. Dengan hasil ini, Spurs mengoleksi 43 poin, unggul satu poin lebih banyak dari Arsenal.
Kemenangan Spurs tak lepas dari koordinasi lini pertahanan Arsenal yang tidak padu. Penguatan pemain di lini tengah, membuat kedua sisi Arsenal mudah ditembus. Sebaliknya dengan Spurs. Poros ganda yang dihuni Ryan Mason dan Nabil Bentaleb semakin padu pada babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Susunan Pemain]
Memperkuat Lini Tengah
Di lini tengah, Arsene Wenger menurunkan Santi Cazorla, Aaron Ramsey, dan Francis Coquelin yang bersinar dalam dua laga terakhir Arsenal di liga. Coquelin diplot sebagai gelandang bertahan, sekaligus penyalur bola saat Arsenal menyerang. Cazorla dan Ramsey bertugas menahan aliran bola yang ditujukan kepada Christian Eriksen di sisi kanan pertahanan Arsenal, dan Erik Lamela di sisi kiri.
Kehadiran tiga gelandang ini memaksa Mousa Dembele bermain lebih dalam dan melebar untuk menjemput bola. Mengarahkan bola langsung ke kedua sisi menjadi tidak efektif karena Danny Welbeck di sisi kanan dan Oezil di sisi kiri lebih sering menunggu bola untuk melakukan serangan balik.

[Grafis umpan yang diterima Mousa Dembele]
Dari grafis di atas terlihat Dembele harus bergerak ke kedua sisi untuk menerima umpan. Ini membuat bek Arsenal lebih leluasa menjaga Kane tanpa takut kecolongan lewat pergerakan agresif Dembele.
Dembele merupakan pemain yang patut diwaspadai. Distribusi umpannya dapat menghasilkan peluang emas bagi Spurs. Hingga menit ke-10 saja, ia sudah mengirimkan dua umpan yang mengancam gawang Arsenal.
Sepanjang pertandingan, Dembele mengirim empat umpan kunci, yang merupakan terbanyak di bawah Eriksen dengan lima umpan kunci.
Tidak membiarkan Dembele mendapat bola, berarti setidaknya dapat meredam ancaman Kane. Ia terlihat lebih sering membuka ruang ke keuda sisi. Pemuda kelahiran 1993 tersebut dipaksa mencari ruang kosong agar bisa menerima umpan dari rekan-rekannya.
Pada babak pertama, Kane hanya melepaskan dua sepakan, dan dua-duanya dilakukan di luar kotak penalti. Satu tendangan berhasil ditepis David Ospina, dan satu tendangan lagi melebar ke sisi kanan gawang Arsenal.

[Grafis umpan attacking third Spurs]
Keberhasilan Arsenal memperkuat lini tengah terlihat dari 29 intercept yang mereka lakukan. Akibatnya, beberapa umpan Spurs yang seharusnya bisa menjadi peluang bisa dipatahkan. Dari grafis di atas terlihat hanya dua umpan panjang dari area pertahanan Spurs yang bisa diterima dengan baik, sementara 17 lainnya berhasil dipatahkan.

[Grafis tekel. Kiri: Arsenal; Kanan: Spurs]
Dari grafis di atas terlihat mayoritas tekel Spurs dilakukan di sepertiga area tengah. Akibatnya suplai ke lini depan menjadi kurang karena serangan Arsenal sudah dihadang sejak area tengah lapangan.
Duel Dua Danny
Arsenal punya Danny Welbeck di sisi kanan penyerangan, sementara Spurs memiliki Danny Rose di sisi kiri pertahanan. Keduanya pasti bertemu baik saat Arsenal menyerang maupun sebaliknya.
Tidak seperti dua fullback Arsenal, Rose terlihat lebih leluasa membantu serangan. Ia diplot untuk menopang pergerakan Eriksen yang biasanya tidak mengumpan dari sisi, melainkan memotong ke dalam untuk melakukan umpan ataupun tendangan langsung. Pergerakan tersebut membuat kehadiran Rose memberikan opsi tambahan bagi lini serang Spurs.
Rose memukau secara statistik. Dari segi penyerangan, ia memberi satu umpan kunci (key passes), dua tendangan, enam umpan silang, dan delapan umpan panjang. Dari segi pertahanan, ia melakukan sekali tekel, tiga intercept, dan lima kali clearance.
Namun, ia bukannya tanpa kelemahan. Gol Arsenal terjadi karena ia kalah duel lari dengan Welbeck. Padahal, posisinya lebih menguntungkan karena berada lebih dekat dengan bola. Akibatnya, Welbeck mengirim umpan tarik kepada Olivier Giroud yang dilanjutkan dengan "umpan" kepada Mesut Oezil. Oezil tak menyiakan kesempatan tersebut. Lewat tendangan voli, Oezil membawa Arsenal unggul 1-0.
Di penghujung babak pertama, Welbeck diganjar kartu kuning karena dianggap menjatuhkan Rose. Tensi pun berubah panas setelah Welbeck sengaja mendorong Rose di awal babak kedua.
Setelah kejadian ini, Welbeck berpindah posisi dengan berada di sisi kiri penyerangan Arsenal. Dari sini, serangan Arsenal menjadi sporadis dan tidak terlihat ada skema yang jelas.
Membiarkan Spurs Memasuki Lini Pertahanan

[Grafis heat map Danny Welbeck; Kiri: Babak Pertama; Kanan: Babak Kedua]
Dari grafis di atas terlihat bagaimana perubahan posisi Welbeck. Hal ini patut dipertanyakan karena Arsenal lebih efektif menyerang lewat sisi kanan yang ditinggalkan Welbeck. Sementara di sisi kiri, Oezil sulit mengembangkan permainan karena penjagaan ketat Kyle Walker, serta Ryan Mason.
Perpindahan posisi ini berakibat pada kacaunya skema serangan Arsenal. Di sisi kanan, Oezil semakin sulit membantu serangan. Agresifitas Rose menjadi salah satu alasannya. Oezil tidak mampu meredam agresivitas itu dengan kecepatan. Padahal, Oezil memiliki akurasi umpan terobosan yang baik, tapi tidak dimaksimalkan dalam skema permainan Wenger.

[Grafis tendangan Spurs. Kiri: Babak Pertama; Kanan: Babak Kedua]
Perpindahan posisi Welbeck juga berpengaruh pada pertahanan Arsenal. The Gunners lebih sering menerima tendangan dari sisi kanan pertahanan. Kelemahan paling mendasar adalah dengan membiarkan Spurs menembak dari dalam kotak penalti.
Dua gol Tottenham berasal dari attemps di dalam kotak penalti. Gol pertama yang dicetak Kane berawal dari tendangan penjuru. Sundulan Dembele berhasil ditahan Ospina, tapi bola bergulir ke arah Kane yang berdiri dekat tiang kanan gawang Arsenal.

[Grafis arah tendangan; Kiri: Tottenham Hotspur; Kanan: Arsenal]
Kane pandai mencari posisi. Gol kedua yang ia lesakkan tak lepas dari keunggulannya tersebut. Sembari memperhitungkan datangnya bola yang dikirim Nabil Bentaleb, pergerakan Kane mengganggu konsentrasi Laurent Koscielny.
Akibatnya, bek dengan tinggi 185 cm itu kalah duel udara. Bukan itu saja, Kane dengan cermat menempatkan bola ke pojok atas gawang, yang membuat Ospina hanya bisa menatap bola sundulan pemain timnas Inggrus U-21 tersebut.
Kesimpulan
Kedua kesebelasan sulit mengirimkan bola langsung ke lini serang. Arsenal menempatkan tiga pemain yang secara rapat menutup aliran bola bagi Kane. Di sisi lain, Giroud sulit mengembangkan serangan karena lambatnya dukungan dari lini tengah.
Pergerakan Oezil di sisi lapangan tidak seagresif yang ditunjukkan Eriksen, misalnya. Hal serupa juga dialami Erik Lamela yang tidak berkembang di sisi kanan penyerangan Spurs.
Spurs pada awalnya dipaksa mengirimkan bola ke kedua sisi. Arsenal tahu benar kalau Eriksen lebih sering memotong bola ke tengah dan mengirimkan umpan atau melepaskan tembakan. Sialnya, Danny Rose bermain cemerlang malam tadi. Catatan statistiknya menunjukkan kalau ia kuat dalam menyerang maupun bertahan.
Hal berbeda dialami dua fullback Arsenal yang diisi Hector Bellerin dan Ignacio Monreal. Bukan tanpa alasan kalau tidak ada satupun dari empat umpan Bellerin dan dua umpan Monreal yang mencapai sasaran. Keduanya seperti tidak memiliki opsi lain selain memberi umpan silang. Akibatnya usaha yang mereka lakukan menjadi sia-sia.
Saat menguasai bola, Arsenal kesulitan mengembangkan permainan. Walaupun penguasaan bola 46% berbanding 54%, tapi dari jumlah attemps, Arsenal kalah jauh. Sepanjang pertandingan, Arsenal hanya melepaskan tujuh tendangan yang tiga di antaranya mencapai target, sementara Spurs melepaskan 23 attemps dan delapan yang mencapai target.
Tidak terlalu berlebihan rasanya jika Spurs layak mendapatkan tiga poin dalam laga tersebut. Mereka berhasil mengubah skema, termasuk memindahkan Eriksen dari sisi kiri ke tengah, lalu berpindah lagi ke sisi kanan saat Nacer Chadli dan Benjamin Stambouli masuk.
Pada babak kedua, walaupun dalam kondisi tertinggal, Ryan Mason dan Nabil Bentaleb bermain lebih disiplin. Mereka tidak membiarkan Giroud bergerak mencapai lini pertahanan. Ini yang membuat Arsenal kesulitan melepaskan tembakan, karena sedikitnya ruang yang terbuka di lini pertahanan.
Arsenal tampaknya butuh pemain yang mampu menghadirkan kreativitas serangan. Kalau tidak ada, agaknya kekalahan dalam laga panas ini mestinya mampu menampar keras-keras wajah Wenger, untuk menyadarkan kalau 42 juta pounds yang ia keluarkan untuk Oezil akan sia-sia jika Wenger masih menempatkannya sebagia pemain sayap.
====
*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.
*Grafis: Squawka.com dan WhoScored.com
(roz/roz)











































