Pergantian Pemain di Babak Kedua Mengubah Permainan Spurs

Liga Inggris: Spurs 2-2 West Ham

Pergantian Pemain di Babak Kedua Mengubah Permainan Spurs

- Sepakbola
Senin, 23 Feb 2015 11:15 WIB
Pergantian Pemain di Babak Kedua Mengubah Permainan Spurs
Getty Images/Paul Gilham
Jakarta - Tottenham Hotspur secara dramatis selamat dari kekalahan saat menjamu West Ham United dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-26 di White Hart Lane, Minggu (22/2). Gol Harry Kane di menit 95 menyelamatkan muka Spurs dari kekalahan di depan pendukungnya sendiri.

Menurut catatan Premier League, sepanjang pertandingan, Spurs menguasai bola sebanyak 66 persen dan menciptakan delapan peluang emas dari 20 usaha. Adapun tim tamu melepaskan lima tembakan akurat dari sembilan percobaan. Namun, dengan memenangkan penguasaan bola, tidak menjadi jaminan untuk memenangkan pertandingan.

Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 2-2 ini menjadi pertandingan ketiga Spurs tanpa kemenangan di seluruh ajang. Terakhir kali Spurs mencatatkan kemenangan saat berhasil menekuk Arsenal di pertandingan yang bertajuk derby North London dengan skor ketat 2-1 berkat dua gol Kane.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski imbang, Spurs tetap menempati peringkat keenam klasemen sementara Premier League dengan poin 44 dari 26 laga. Begitu juga dengan West Ham yang berada di posisi kedelapan dengan perolehan poin 39.

4-2-3-1 vs 4-3-3



Di pertandingan ini, kedua tim memainkan formasi yang berbeda. Spurs masih dengan kecenderungan 4-2-3-1, sedangkan West Ham meninggalkan formasi 4-1-2-1-2 yang sudah 12 kali diterapkan musim ini.

Perubahan menjadi 4-3-3 yang dilakukan West Ham tentu menjadi hal yang menarik. Meskipun, tentu saja, skema tersebut sangat mungkin berubah di tengah laga menjadi skema andalan Sam Allardyce yang biasa dengan 4-1-2-1-2. Tapi nyatanya West Ham justru tetap mempertahankan pola 4-3-3 dengan pemain tengah yang bermain sejajar selama pertandingan, setidaknya hingga menit 85.

Usaha Allardyce untuk tetap konsisten dengan 4-3-3 selama kurun waktu 85 menit, telah sukses memenangkan pertempuran di lini tengah dan pemain tengah berhasil membuat perlindungan bagi barisan pertahanan dengan barisan yang ditopang oleh Noble-Song-Kouyate.

Gagalnya Spurs meraih kemenangan disebabkan kesalahan Pochettino meramu komposisi pemain. Mengejutkan memang ketika tidak melihat Eriksen di awal laga. Spurs memilih mencadangkan mantan pemain Ajax tersebut. Dan nama Eriksen menjadi faktor yang teramat disayangkan. Lini tengah Spurs tidak dapat berbuat banyak selama pertandingan dan mereka baru terlihat membaik terutama setelah masuknya Eriksen dan Soldado.

Setelah masuknya kedua pemain tersebut, justru sedikit demi sedikit memberikan dampak positif bagi Spurs dalam upaya mengejar ketertinggalan.

Rapatnya Barisan di Depan Kotak Penalti West Ham

Trio gelandang Noble, Song, dan Kouyate menjadi aktor penting di depan kotak penalti yang kerap membuat para pemain Spurs kesulitan menembus pertahanan West Ham. Kendala ini pula yang membuat Kane tak banyak berperan sebagai target-man. Para pemain tengah Spurs begitu minim mengalirkan bola untuk Kane.

Dembele yang bertugas sebagai kreator serangan menjadi mati kutu menghadapi seluruh gelandang West Ham di babak pertama. Bahkan hal itu diperparah dengan peran pemain belakang West Ham yang juga sangat argesif menutup semua ruang di pertahanan. Selama 90 menit seluruh pemain berusaha secepat mungkin merebut bola sebelum pasukan Pochettino mendekat ke kotak penalti.

Bahkan tak jarang hanya dengan lob pendeklah yang membuat Spurs mampu mengalirkan bola ke dalam kotak penalti lawan. Cara itu menjadi andalan yang cukup baik bagi Spurs. Akan tetap usaha tersebut hanya sekadar memberi ancaman bukan memberikan sebuah gol bagi tim asal London Utara itu.



Meskipun rapat di saat bertahan, West Ham hanya sekali mencatat aktivitas tackle di dalam kotak penalti. Dan satu-satunya catatan tersebut menghasilkan sebuah kesalahan fatal di penghunjung pertandingan yang berbuah penalti pagi Spurs.

Spurs Menyerang Melalui Sisi Kanan dan Pertahanan Keropos di Sisi Kanan



Pada pertandingan kali ini Spurs dominan melakukan serangan melalui sisi kanan. Tentu pilihan itu dilakukan karena pemain Spurs yang beroprasi di sisi tengah tidak mampu mengatasi kekokohan sisi tengah West Ham. Walker menjadi pemain yang aktif membantu Townsend dan Lamella dalam upaya membongkar pertahanan West Ham melalui sisi tersebut. Bahkan seluruh umpan silang yang dihasilkan oleh Spurs, seluruhnya datang melalui sisi Kanan.

Penyebab Spurs melakukan serangan dari sisi kanan juga didasari upaya Cresswel yang begitu aktif naik membantu serangan West Ham di sisi kiri. Hal inilah yang terus menerus coba dimanfaatkan Spurs.

Namun West Ham lebih baik dalam upaya memanfaatkan celah yang ditinggalkan para pemain full-back masing-masing kesebelasan. Mereka sukses menekan melalui sisi yang acap kali ditinggalkan Walker. Tercatat seluruh gol yang disarangkan West Ham pada pertandingan ini bermula dari umpan silang di sisi kanan Spurs.

Masuknya Eriksen dan Soldado Menjadi Kunci

Ditariknya Dembele tentu disebabkan ketidak berdayaan pemain asal Belgia tersebut untuk menjadi pengatur serangan. Namun upaya tersebut peraktis tidaklah serta merta menjadi dewa penyelamat bagi Spurs. Ada faktor lain yang membuat pertahanan The Hammers beberapa kali mampu ditembus melalui sisi tengah pertahanan West Ham.

Soldado. Mantan pemain Valencia itulah yang membuat West Ham agak sedikit kelimpungan membendung serangan Spurs. Masuknya Soldado di menit 59 praktis mengubah skema permainan Spurs menjadi 4-4-2.

Bertambahnya pemain di posisi penyerang membuat pertahanan West Ham sedikit terpecah konsentrasinya dalam bertahan akibat kehadiran Soldado. Pasalnya Kane seringkali rajin membuka ruang dan Soldado masuk berperan sebagai poacher. Dalam hal ini peran Kane terlihat lebih hidup sebagai pembuka ruang sekaligus sebagai second striker.

Dengan perubahan posisi Kane ini, tugas Eriksen memainkan umpan-umpan pendek menjadi lebih mudah. Pemain asal Denmark ini sukses mencatatkan diri sebagai penghasil umpan kunci di gol pertama Spurs dan dalam proses terjadinya penalti di menit akhir bagai Spurs. Dan tentunya umpan kunci itu diciptakan dengan umpan-umpan pendek.

Meski hanya memulai pertandingan di babak kedua, Eriksen sukses menjadi pemain Spurs yang paling banyak membuat umpan kunci dengan catatan 4 umpan kunci.



Kesimpulan

Awalnya pertandingan ini cenderung membosankan pada babak pertama. Spurs bermain seperti orang yang kebingungan menyusul terkuncinya Dembele sehingga ia gagal memanggul peran sebagai kreator serangan. Sedangkan West Ham bermain terlalu statis di barisan tengah. Ya, meskipun kita semua tahu itu merupakan taktik guna membendung keganasan para pemain tengah Spurs.

Namun pertandingan yang terlihat membosankan pada babak pertama perlahan berubah menjadi pertandingan adu taktik antara Pochettino vs Allardyce. Mantan pelatih Soton itu terus mencoba melakukan perubahan di lini tengah guna membongkar kesolidan pertahanan yang dirancang Allardyce.

Alhasil Pochettino memenangkan pertarungan adu taktik tersebut setelah Allardyce terus mempertahankan skema 4-3-3 nya hingga menit 85. Perubahan signifikan yang dilakukan Allardyce terjadi ketika masuknya pemain bertahan James Collins menggantikan Carlton Cole selaku pemain depan. Perubahan itu pun menandakan keinginan Allardyce untuk mempertahankan keunggulan dengan merubah formasi 5-4-1.

Namun sayang, bencana justru datang setelah West Ham bermain dengan terus menerus bertahan di sisi 5 menit akhir setelah Song menjatuhkan Kane di kotak penalti.

Jika sepakbola mengenal pengandaian, ada baiknya pada saat itu Allardyce tidak menambah pemain belakang. Jutru pemain tengahlah yang seharusnya yang dimasukan Allardyce. Sebab, menambah atau mengganti pemain belakang di penghujung pertandingan merupakan hal yang sangat riskan. Hal tersebut dapat merusak fokus pertahanan yang telah dibangun sejak awal.

Dan itu terbukti, setidaknya, di laga Spurs vs West Ham ini.

====

*dianalisis oleh @panditfootball. Profil lihat di sini.

*Grafis: WhoScored.com dan Squawka.com

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads