Eksploitasi Lini Tengah Bawa Bayern Menangi Laga di Allianz Arena

Liga Champions: Bayern 3-2 Barcelona

Eksploitasi Lini Tengah Bawa Bayern Menangi Laga di Allianz Arena

- Sepakbola
Rabu, 13 Mei 2015 16:11 WIB
Eksploitasi Lini Tengah Bawa Bayern Menangi Laga di Allianz Arena
Getty Images/Boris Streubel
Jakarta -

Langkah Bayern Munich di Liga Champions mesti terhenti setelah gagal menutup defisit gol saat dikalahkan Barcelona pada leg pertama. Di leg kedua, Bayern hanya unggul satu gol dalam kemenangan 3-2. Hal tersebut tidaklah cukup membawa Bayern ke Berlin karena secara agregat kalah 3-5.

Pelatih Bayern, Pep Guardiola, tidak banyak mengubah susunan pemain. Ia masih menempatkan sejumlah nama yang dipasang pada leg pertama. Bintang muda Jerman, Mario Goetze, kembali berada di bangku cadangan sementara Thomas Mueller diplot sebagai penyerang bersama Robert Lewandowski.

Namun, pada leg kedua, Pep mencoba membenahi kesalahannya pada leg pertama. Ia tidak menggunakan formasi dengan tiga bek, melainkan menggunakan formasi 4-4-2. Xabi Alonso berduet di lini tengah bersama Thiago Alcantara, sedangkan Phillip Lahm dan Bastian Schweinsteiger mengisi kedua sisi permainan Bayern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kubu lawan, Barcelona kembali menggunakan formasi 4-3-3 dengan mempertahankan trio andalan mereka, Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar di lini serang. Ketiga penyerang ini mendapatkan dukungan dari trio gelandang, Andres Iniesta, Ivan Rakitic, dan Sergio Busquet.



Susunan formasi kedua tim

Permainan Cepat Bayern Munich

Pep mau tak mau menginstruksikan anak asuhnya bermain menyerang sejak awal pertandingan. Ia mesti membalas ketertinggalan tiga gol di leg pertama. Bayern mesti secepat mungkin mencetak gol untuk mendapatkan momentum membalikan keadaan.

Sejak peluit dibunyikan, Bayern langsung bermain menyerang. Mereka memainkan permainan cepat dan terbuka. Di sisi lain, Barcelona memilih untuk menurunkan tempo permainan. Beberapa kali mereka berusaha melakukan penguasaan bola, meski pressing yang dilakukan pemain Bayern membuat pemain Barcelona harus segera melepas bola.

Blaugrana pun akhirnya memilih untuk bermain lebih tertutup dengan menurunkan dua penyerang sayapnya. Lionel Messi dan Neymar diturunkan hingga sejajar dengan barisan gelandang. Sementara itu, Suarez difungsikan sebagai pengganggu gelandang Bayern saat melakukan penguasaan bola. Barca membentuk formasi 4-1-4-1 saat bertahan dengan Busquet berdiri di antara barisan pertahanan dan pemain tengah Barcelona.

Di lini serang Bayern, Robert Lewandowski berdiri sebagai penyerang tengah dan berduel dengan bek-bek Bayern Munich. Sedangkan Thomas Mueller, berdiri sedikit ke belakang, untuk mengincar celah di antara barisan gelandang dan pertahan Barcelona. Schweinsteiger yang awalnya berada di posisi sayap kiri pun sedikit di geser ke tengah untuk mengincar ruang yang sama dengan Mueller. Hal ini bertujuan untuk membuat Busquet kebingungan akibat ada dua pemain Munich yang berada di areanya. Sedangkan satu pemain sayap Bayern lainnya, Lahm, berdiri lebar di sisi kanan untuk membuka serangan melalui pinggir lapangan.



Pola penyerangan ini berhasil membuat Bayern menciptakan beberapa peluang pada awal babak pertama. Hadirnya Scweinsteiger membuat Busquet kewalahan menjaga dua pemain Munich. Ditambah lagi, akibat perhatian Busquet yang teralihkan kepada Schweinsteiger, Mueller pun menjadi lebih leluasa untuk membantu Lahm menembus pertahanan Barcelona melalui sisi kanan.

Karena itulah Bayern kemudian lebih banyak mengalirkan bola ke sisi kanan. Dari situ, bola bisa diarahkan kepada Lewandowski yang berada di tengah melalui umpan silang maupun umpan terobosan.



Aliran bola Bayern Munich yang lebih banyak mengarah ke sisi kanan pada awal babak pertama. Sumber: Squawka.com

Dengan cara ini, ambisi Bayern untuk mencetak gol cepat pun tercipta. Setelah beberapa kali menekan, Bayern akhirnya mampu membuka keunggulan melalui tendangan sudut. Umpan Xabi Alonso dari tendangan sudut berhasil diteruskan oleh Benatia melalui sundulan kepala yang tidak bisa dibendung oleh Ter Stegen.

Pertahanan Rapat Bayern yang Dimanfaatkan Barca

Bayern memang berhasil mencetak gol cepat. Mereka mendapatkan momentum untuk mengejar ketertinggalan. Namun, dalam kondisi ini, Barcelona sama sekali tidak panik. Mereka justru mulai memainkan permainan terbuka dan menyerang pertahanan Bayern. Ketimbang bermain bertahan dan mencoba mempertahankan keunggulan, Barcelona lebih memilih untuk mencoba membuat peluang dan menjaga selisih gol.

Ketakutan sebagian besar penonton di Allianz Arena pun terjadi. Melihat Barca mulai keluar menyerang, Bayern pun menyusun pertahanan rapat untuk menghindari pertahanan mereka diobrak-abrik oleh permainan individu pemain Barcelona seperti pada pertemuan pertama.

Saat bertahan, Xabi Alonso, Thiago Alcantara, dan Philipp Lahm berdiri rapat dalam barisan empat bek. Dengan begitu, tidak akan ada ruang yang tercipta di antara dua lini permainan Bayern ini. Pemain-pemain Barcelona pun tidak akan bisa menembus pertahanan rapat ini dengan kemampuan individu.

Namun, lagi-lagi kecerdikan Lionel Messi membawa petaka bagi Bayern Munich. Pertahanan rapat yang dibangun Bayern otomatis akan membuat area yang ditutupi oleh pemain Bayern akan menjadi lebih sempit. Terdapat area terbuka di luar area yang tidak ditutupi oleh pemain-pemain Bayern. Area terbuka ini memang terletak jauh dari gawang, yaitu wilayah di depan para gelandang Bayern. Namun, inilah yang dimanfaatkan Messi untuk menciptakan peluang Barcelona.

Messi yang berperan sebagai penyerang sayap memilih menjauh dari kerumunan pertahanan Bayern. Ia bergerak menuju wilayah yang tak terkawal. Ini dimaksudkan agar ia bisa mengirimkan umpan silang, karena sulit bagnya untuk menembus area pertahanan Bayern.

Akhirnya, Umpan Messi berhasil sampai ke Suarez yang juga dengan cerdik mengincar ruang kosong di belakang pertahanan Bayern. Dari sini terbongkarlah pertahanan rapat Bayern yang berujung pada gol yang dicetak oleh Neymar.



Messi yang berposisi sedikit ke belakang untuk keluar dari kerumunan pemain bertahan Bayern

Tidak lama berselang, pola yang sama pun kembali terjadi. Messi yang berada pada area kosong berhasil melepaskan umpan kepada Suarez yang menemukan ruang kosong di belakang barisan pertahanan Bayern. Bola kemudian diteruskan kepada Neymar yang dengan mudah memasukkan bola ke gawang Neuer.

Blunder Kecil Luis Enrique di Babak Kedua

Tertinggal 2-1 di babak pertama membuat tugas Pep di babak kedua menjadi semakin berat. Mereka harus mencetak lima gol agar bisa lolos ke final.
Saat babak kedua dimulai, Pep tidak melakukan perubahan. Namun, secara tidak terduga Bayern justru berhasil mencetak dua gol dan unggul 3-2. Hal ini lebih disebabkan akibat perubahan yang dilakukan oleh Luis Enrique.

Pada babak kedua, Luis Suarez yang mengalami masalah dengan betisnya harus diganti oleh Pedro. Pedro dimainkan di posisi sayap kanan dan Messi digeser sebagai penyerang tengah. Selain itu, Enrique pun mengubah komposisi di lini tengah, dengan menarik mundur Rakitic menjadi gelandang bertahan bersama Busquet. Sementara Iniesta bertugas sebagai gelandang serang.

Nyatanya, hal ini berdampak buruk bagi Barcelona. Berbeda dengan saat Messi mengisi posisi sayap kanan yang sering keluar posisinya untuk merapat ke tengah, Pedro lebih banyak berdiri jauh di pinggir lapangan. Hal ini membuat area tengah hanya diisi oleh Iniesta yang harus melawan gelandang Bayern Munich dalam jumlah banyak.

Pada saat yang hampir bersamaan, Pep memasukkan Rode menggantikan Philipp Lahm. Berbeda dengan Lahm yang banyak berada di pinggir, Rode diperintahkan untuk bermain lebih ke tengah.

Dengan kondisi Iniesta yang hanya seorang diri melawan gelandang Bayern Munich, membuat dua gelandang bertahan Barcelona pun terpancing untuk sedikit naik membantu Iniesta menahan pergerakan gelandang Bayern Munich. Hal ini membuat terciptanya celah di antara barisan pertahanan dan gelandang bertahan Barcelona.

Mueller dan Lewandowski yang melihat hal ini pun tidak menyia-nyiakannya. Lewandowski kemudian sering bergerak mundur menuju ruang yang tercipta tersebut dan meninggalkan duelnya melawan bek tengah Barcelona. Dari ruang tersebut ia dapat menerima bola dengan lebih leluasa karena bek tengah Barcelona memilih tidak ikut terpancing keluar dari posisinya. Begitu pula dengan Mueller yang juga mendapatkan banyak ruang terbuka di area tengah.



Pola penyerangan Bayern pada babak kedua

Dengan kondisi ini, aliran bola Bayern menjadi bisa mengalir langsung dari tengah menuju jantung pertahanan Barcelona. Lewandowski yang seringkali dapat menguasai bola dengan bebas pada celah antara barisan pertahanan dan gelandang bertahan Barcelona. Hal ini kemudian yang menjadi awal terciptanya dua gol balasan Munich. Pada gol kedua, Lewandowski menerima bola dan berhasil mengelabui Mascherano untuk menendang bola ke gawang Ter Stegen. Pada gol ketiga, giliran Mueller yang menerima bola pada area yang sama sebelum melepaskan tendangan ke gawang Stegen.

Melihat hal ini, Luis Enrique pun tidak tinggal diam. Messi kembali digeser ke sisi kanan dan Pedro menempati posisi penyerang tengah. Ditambah lagi, Enrique mengganti Rakitic dengan Jeremy Mathieu untuk mengisi posisi bek tengah. Pergantian ini membuat gelandang bertahan Barcelona kini diisi oleh Mascherano dan Busquet.

Perubahan yang dilakukan Enrique berhasil membuat permasalahan yang terjadi pada babak kedua terselesaikan. Bayern tidak lagi bisa dengan leluasa mengalirkan bola dari tengah hingga mereka kesulitan untuk mengejar ketinggalan. Bayern pun akhirnya tidak bisa menambah gol dan skor akhir pertandingan tetap 3-2.

Kesimpulan

Meski gagal lolos ke final Liga Champions, Bayern telah menunjukan semangat juang hingga akhir. Mereka mampu menjungkalkan Barcelona, meski tak mampu menuntaskan kekalahan 0-3 pada leg pertama.

Pep yang melakukan banyak blunder pada leg pertama, kini berhasil memilih cara permainan yang tepat untuk membongkar pertahanan Barcelona. Hanya saja, memang tidak mudah untuk bisa menang tiga gol melawan kesebelasan sekelas Barcelona.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



(roz/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads