Dalam perjalanan ke Stadion Bukit Jalil hari Minggu (25/11/2012) lalu, detikSport sempat bertemu dengan beberapa orang suporter Indonesia di dalam kereta. Beberapa sudah mengenakan jersey tim nasional berwarna merah.
Salah satu di antara mereka adalah Putro. Dia mengenakan jaket hitam di luar jersey yang dikenakannya. Ketika detikSport iseng menegur dan memintanya untuk memperlihatkan jersey-nya sejak awal, dia hanya membalas dengan senyum dan berkata, "nanti saja kalau mau tanding."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman-teman saya berangkat dengan 12 bus dari Kelang. Saya kebetulan naik kereta karena habis menemui teman yang lain dulu," ucap Putro.
"Mungkin nanti pas lawan Malaysia, (kereta) akan ramai)," lanjut pria asal Lamongan yang sudah cukup lama bekerja di Kuala Lumpur ini.
Setibanya di stadion, suporter Indonesia sudah membuat merah beberapa sudut stadion. Kendati jumlahnya tidak sampai ribuan, warna merah itu sudah cukup mencolok. Beberapa langsung menyerbu kios-kios merchandise untuk membeli syal atau topi.
Lain lagi cerita Shahlan. Pria asal Malang ini mengaku tak mau ketinggalan Indonesia berlaga, meski sudah lama tidak pulang ke Indonesia. Dia pun mengaku masih sedikit-sedikit mengikuti perkembangan sepakbola tanah air.
"Nurdin (Halid) sudah tidak jadi bos lagi, ya?" lugas pria yang sudah 11 tahun bekerja di Malaysia ini dan setahunnya pulang dua kali ke Indonesia.
Di stadion yang sama, detikSport juga sempat melihat Bonek Malaysia dan Viking Malaysia. Dari informasi yang didapat dari salah satu suporter, gabungan kedua kelompok itu bisa mencapai 600 orang. Mereka membawa beberapa spanduk dukungan seperti "Untukmu Indonesia!" dan "Untukmu Indonesia Jiwa Raga Kami".
"Saya yakin menang. Skor 2-0," ucap Andre dari Viking Malaysia. Sayang ucapan Andre tidak terbukti, Indonesia akhirnya hanya bermain imbang.
(din/nds)










































