Atas pertimbangan hasil di babak kualifikasi yang buruk, Zinedine Zidane kemarin menepikan Prancis sebagai salah satu kandidat juara di Afsel 2010. Zizou malah terang-terangan menjagokan timnas Spanyol, yang menjadi juara Eropa dan tampil sangat baik di kualifikasi.
Dengan alasan yang berbeda, David Ginola juga meragukan daya saing Prancis di Piala Dunia yang akan dimulai pada Juni mendatang itu. Prancis sekarang diangap mantan pemain Tottenham Hostpur itu masih dalam suasana terbuai sukses menjadi juara dunia yang didapat 12 tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prancis masih bermimpi soal Piala Dunia 1998. Padahal pemain yang dimiliki sekarang tak sama dengan pemain tahun 1998," lanjut Ginola.
Sejak menjuarai Piala Dunia 1998 dan berlanjut dengan menjadi kampiun Euro 2000, Prancis memang tak bisa berbicara banyak. Raihan terbaik mereka adalah finalis Piala Dunia 2006, dengan catatan buruk berupa terisngkir di babak pertama Piala Dunia 2002 dan Euro 2008.
Diakui Ginola, Prancis tak pernah kekurangan materi pemain bagus. Sayangnya Les Bleus tak bisa bermain sebagai sebuah tim, kondisi yang membuat mereka tak banyak meraih sukses.
"Sejak jadi juara Euro 2000, Prancis tak bisa melakukan apapun -- tidak sama sekali. Di tahun 2002 kami bahkan tak lolos dari babak pertama. Kami juga tak berbuat banyak di Piala Eropa. Itu masalah yang besar. Tapi bukan karena kualitas pemain, mereka punya talenta, tapi tidak hasil yang diinginkan."
"Pemain-pemain Parncis fantastis, tapi mereka tak terlihat bermain bersama sebagai sebuah tim. Itulah mengapa (Fabio) capello sangat bagus buat Inggris. Dia menjadikan inggris sebuah tim, menyatukan talenta yang ada, dan itulah masalah dari ini semua," pungkas pemilik 17 caps bersama Prancis itu.
(din/fjp)











































