Desember lalu, Inggris telah menetapkan sebauh kawasan mewah, Royal Bafokeng Sports, sebagai markas mereka selama Juni-Juli nanti. Lokasi senilai Rp 329 miliar itu dipilih karena dekat dengan Royal Bafokeng Stadium di mana Inggris akan melakoni laga perdana kontra Amerika Serikat, 12 Juni.
Namun, tempat menginap Inggris tersebut sejatinya masih dalam tahap pembangunan. Lalu bagaimana kondisi terakhir Royal Bafokeng saat ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang parahnya adalah lapangan latihan yang akan digunakan oleh Steven Gerrard dkk berlatih masih mengalami problem karena kualitas rumput yang buruk. Dan hal itulah yang dikeluhkan oleh Capello.
"Problemnya adalah lapangan, lapangan disini tidak bagus. Standar lapangan adalah yang paling penting saat latihan untuk menemukan kesamaan dengan lapangan yang akan kami gunakan saat bertanding. Kami harus berkerja keras. Kami masih punya waktu," urai Capello seperti dilansir Mirror.
Tak hanya hotel bintang lima dan kawasan latihan saja yang masih dalam pembangunan, jalanan di sekitar kompleks itu pun masih belum selesai dibuat. Meski begitu, pihak FA yakin kalau pembangunan akan selesai tepat waktu sebelum kedatangan juara dunia 1966 itu ke Afsel.
Foto: Suasana terakhir di Royal Bafokeng Sport (Mirror) (mrp/fjp)











































