Siapa tak kenal nama-nama macam Alexandre Pato, Luis Fabiano, Ronaldinho, Robinho atau Adriano. Kesemuanya adalah beberapa penyerang yang belakangan diandalkan di lini depan Brasil.
Brasil memang seperti tak kekurangan stok dalam urusan lini penyerangan ini. Maka boleh jadi itulah yang sudah bikin Grafite patah arang duluan untuk bisa jadi satu dari 23 pemain timnas Brasil di Afrika Selatan nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di usianya yang sudah menginjak usia ke-31, Grafite selama ini memang lebih sering tak dihiraukan Tim Samba, bahkan saat dia menjadi topskorer Bundesliga dengan 28 gol musim lalu.
Meski demikian, pada bulan Maret lalu Grafite secara mengejutkan juga dipanggil Dunga untuk laga ujicoba kontra Irlandia. Penampilan di partai itu pun baru menjadi penampilan kedua Grafite setelah debut bersama Brasil lima tahun silam.
Seperti yang dikatakan Grafite, mungkin dirinya memang takkan terlalu ambil pusing dengan peluangnya di timnas dan hanya akan fokus ke Wolfsburg dulu. Apalagi sang juara musim lalu itu kini tengah terjerembab di papan tengah.
Akan tetapi sulit untuk tidak cuek dengan performa Grafite. Apalagi pemain yang pada musim 2006-2007 sempat mencicipi Liga Prancis bersama Le Mans itu baru saja urun peran membenahi posisi Wolfsburg.
Dalam lanjutan pertandingan Bundesliga, Minggu (11/4/2010), Grafite menyumbang satu gol dalam kemenangan 2-0 atas Nurnberg. Ini membuat Wolfsburg naik ke posisi delapan, sekaligus menambah pundi gol Grafite menjadi sepuluh gol.
Grafite memang belum pasti akan dipilih oleh Dunga untuk berlaga di Piala Dunia 2010. Namun, dengan penampilannya di lapangan bersama Wolfsburg, Grafite sudah menuju arah yang tepat dalam menebalkan peluangnya.
(krs/nar)











































