Skandal Prostitusi Guncang Tim Prancis

Skandal Prostitusi Guncang Tim Prancis

- Sepakbola
Selasa, 20 Apr 2010 07:35 WIB
Skandal Prostitusi Guncang Tim Prancis
Paris - Isu tak sedap mendatangi tim Prancis tak sampai dua bulan jelang Piala Dunia 2010. Beberapa anggota skuad Les Bleus dipanggil kepolisian setempat terkait sebuah kasus prostitusi.

Dikutip dari Reuters, dua anggota skuad Prancis yang sudah dipanggil polisi dengan status sebagai saksi adalah Franck Ribery dan Sidney Govou. Beberapa nama lain kabarnya akan menyusul dipanggil, juga dalam kapasitas sebagai saksi.

Kepolisian Prancis memanggil pemain Prancis tersebut karena mereka dikabarkan menjadi klien sebuah klub malam yang terletak di Champs-Elysees dan menjadi teman baik pemiliknya yang bernama Abou. Klub malam tersebut belakangan diketahui melanggar aturan karena menyediakan pekerja seks perempuan di bawah usia 18 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prostitusi sesungguhnya bukan sesuatu ilegal di Prancis. Namun menjadi germo dan menggunakan jasa prostitusi perempuan di bawah 18 tahun dianggap sebagai pelanggaran hukum.

"Klien saya dipanggil sebagai saksi namun tak ada kaitan apa-apa lagi dengan kejadian ini. Masalahnya selesai sampai di sini," tegas pengacara Ribery, Sophie Bottai.

"Polisi memeriksa mereka (Ribery dan Govu) hanya karena hubungan yang mereka miliki dan polisi akan melakukan investigasi terhadap kasus ini," lanjut Bottai.

Pernyataan serupa terlontar dari pengacara Govou, Thierry Braillard. Dia malah bersikeras kalau Govou sama sekali tidak terlibat dengan kasus prostitusi tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.

Asosiasi Sepakbola Prancis enggan berkomentar soal kabar tersebut dan proses pemanggilan beberapa pemain lainnya. Yang jelas kasus prostitusi ini menambah beban 'Tim Ayam Jantan' menyusul performa buruk yang mereka pertunjukan di babak kualifikasi dan play off lalu. (din/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads