Rumus itu dikembangkan oleh Metin Tolan, profesor fisika dari Universitas Dortmund berdasarkan hukum trigonometri yang menganalisis seluruh hasil Jerman di Piala Dunia.Β Hasil tersebut mencakup ketika negara tersebut masih belum bersatu. Tolan menambahkan bahwa hasil terburuk Jerman adalah menjadi semifinalis. Berdasarkan analisisnya, Die Nationalelf mengakhiri Piala Dunia di peringkat 3,7.
Untuk tahun ini, Jerman diprediksi menjadi juara, merujuk pada tahun-tahun di mana Der Panzer menjadi juara turnamen yakni 1954, 1974, dan 1990. "Tahun terakhir Jerman juara adalah 1990 dan sejak itu sudah empat Piala Dunia berlangsung hingga kini. Tim Jerman memenangi Piala Dunia setiap empat atau lima Piala Dunia," terang Tolan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumus" dari Tolan juga bisa membantu Inggris melalui kutukan yang selama ini terjadi, yakni adu penalti. "Rumus" itu bisa digunakan sebagai panduan untuk menyusun urutan eksekutor tim Tiga Singa andai harus melalui babak penalty shoot out.
"Eksekutor paling lemah mengambil penalti pertama, yang kedua adalah pemain kedua terlemah, dan seterusnya. Di kesempatan selanjutnya Anda punya kesempatan untuk mencetak gol sebanyak mungkin," tukas Tolan.
Di Piala Dunia, Inggris tiga kali gagal melalui babak adu penalti, yakni di 1990 (dikalahkan Jerman Barat), 1998 (dikalahkan Argentina, dan 2006 (dikalahkan Portugal).
Di tahun 1990, St. George Cross gagal di dua kesempatan terakhir yakni Stuart Pearce dan Chris Waddle. Di 1998, tim Tiga Singa gagal di penendang kedua dan kelima, yaitu Paul Ince dan David Batty. Ada pun di 2002, Inggris gagal di eksekutor pertama, ketiga, dan keempat, masing-masing atas nama Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Jamie Carragher.
(nar/arp)











































