Maradona mengagendakan pemusatan latihan dan uji coba di Dubai pada akhir Mei. Pilihan ini bisa diterima. Pasalnya sebagian besar personel timnas Argentina berbasis di Eropa.
Dengan pertimbangan jarak, maka tak salah bila Dubai digunakan sebagai tempat berkumpul. Selain itu negeri Timur Tengah ini memiliki fasilitas yang cukup memadai. Sejumlah klub besar Liga Eropa sering menggelar sesi latihan pra-musim atau ketika rehat musim dingin di Dubai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun saya menerima kabar buruk bahwa agenda itu batal. Untuk soal ini, saya perlu penejelasan," serunya.
Pembatalan ini disinyalir akibat permintaan presiden AFA Julio Grondona tidak dikabulkan Maradona. "Dari Dubai, kita menuju ke Pretoria bersama staf, ofisial, tim junior yang jadi sparring partner, dan 40 tamu undangan yang diminta Grondona," jelas pelatih berusia 49 tahun itu.
"Namun soal 40 tamu undangan, saya mengatakan kepada Grondona bahwa tidak ada satu pun yang akan ikut rombongan kami. Tapi kami akan membuat pengecualian ini dan kemudian saya mengetahui bahwa pertandingan di Dubai tidak jadi. Kami akan protes karena selanjutnya laga di Dubai malah dibatalkan."
"Saya harus berbicara dengan Julio Grondona karena kami harus bermain pada tanggal 29 Mei dan setelah itu berangkat ke Pretoria. Saya sejauh ini sudah memenuhi tugas saya dan saya harap Julio juga bersikap sama," tuntasnya.
(nar/din)











































