Korut Terancam Tanpa Siaran Televisi

Korut Terancam Tanpa Siaran Televisi

- Sepakbola
Rabu, 12 Mei 2010 01:48 WIB
Korut Terancam Tanpa Siaran Televisi
Seoul - Korea Utara terancam tidak mendapatkan tayangan gratis Piala Dunia 2010 dari negara tetangganya, Korea Selatan. Menyusul tenggelamnya sebuah kapal perang Korsel di perbatasan kedua negara.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Korut dan Korsel memang dua negara yang hingga
kini masih terlibat konflik. Meski demikian, masalah tersebut tampak bisa dipinggirkan demi Piala Dunia 2010.

Korsel rencananya akan kembali bekerja sama dalam bidang siaran televisi Piala Dunia 2010. Apalagi Korut semakin butuh tayangan tersebut karena mereka juga
akan berlaga di turnamen itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak empat tahun lalu, pemerintah Korsel telah menghabiskan dana sekitar 150 miliar won (132.600 dolar AS) untuk membantu Korut mendapatkan siaran gratis Piala Dunia. SBS, stasiun penyiaran Korsel yang memiliki hak siar Piala Dunia 2010 rencananya akan kembali mensuplai siarannya secara gratis ke Korut. Namun, akibat insiden tenggelamnya kapal perang itu, agaknya kerja sama itu tampaknya
tidak bisa kembali terjalin.

"Faktor paling penting untuk dipertimbangkan adalah sentimen publik," ungkap seorang pejabat SBS kepada AFP.

"Tenggelamnya kapan perang tersebut menambah buruk hubungan lintas perbatasan, yang telah menghentikan pembicaraan mengenai kemungkinan penawaran siaran gratis Piala Dunia."

"Tidak ada kemungkinan untuk melanjutkan pembicaraan soal ini dalam waktu dekat," tambah si sumber.

Insiden tenggelamnya kapal perang Korsel terjadi pada 26 Maret lalu di perbatasan Laut Kuning sehingga menewaskan 46 awak kapalnya. Dugaan yang beredar, kejadian nahas tersebut disebabkan oleh serangan torpedo kapal selam Korut.

(key/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads