Walcott adalah perjudian Sven-Goran Eriksson di Piala Dunia 2006. Meski belum satu kali pun bermain untuk Arsenal, Walcott dipanggil masuk ke dalam skuad Inggris. Bukan hanya pemilihan ini yang menggundang tanya, tapi juga karena Walcott, yang ketika itu berusia 17 tahun, malah sama sekali tak dimainkan di turnamen.
Seiring dengan waktu, Walcott tambah usia dan mulai menunjukkan apa yang bisa dia tawarkan untuk 'Tiga SInga'. Hat-tricknya ke gawang Kroasia di Zagreb saat Inggris menundukkan tuan rumah 4-1 dalam kualifikasi Piala Dunia 2010, misalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kepercayaan tersebut benar-benar dia dapatkan, Walcott pun siap memberikan jawaban dengan aksi-aksi brilian di Afrika Selatan agar menghasilkan kisah yang berbeda seperti empat tahun silam.
"Aku sudah pernah satu kali ke Piala Dunia dan semoga saja kali ini tak sama. Aku masih 17 tahun (saat Piala Dunia 2006). Aku hanya bocah baby-face yang menikmati suasananya kala itu. Tapi kini aku sudah 21 tahun dan akan membuktikan diri," tegasnya kepada situs Arsenal.
"Semejak saat itu aku sudah banyak belajar. Aku telah punya lebih banyak pengalaman di Liga Primer dan bekerja bersama bos (Arsene Wenger) dan para pemain lain. Aku sedang belajar untuk menggunakan laju lariku di saat yang tepat dan aku tahu akan dinilai dari gol dan assist-ku," tandas Walcott.
Untuk urusan lari, Walcott memang dinilai punya kecepatan yang luar biasa. Namun, raihan golnya untuk tim Inggris senior sendiri saat ini masih berjumlah tiga saja, yang kesemuanya dia cetak ke gawang Kroasia.
(krs/a2s)











































