Pada umumnya juara bertahan di sebuah turnamen hampir selalu menjadi favorit di perhelatan edisi selanjutnya.
Namun itu tak berlaku bagi Italia. Pasalnya La Nazionale tak menunjukkan performa yang apik pasca menjadi kampiun empat tahun silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Status Italia semakin "terbenam" menyusul masih terdapatnya sejumlah nama pemain yang sudah dinilai terlalu uzur untuk bermain di gelaran sekelas Piala Dunia.
"Kembali ke Piala Dunia dengan status juara bertahan memang luar biasa, namun kami harus memulai segalanya dari awal lagi. Selain itu, dari yang saya ketahui bahwa kami tidak ditempatkan sebagai favorit," urai gelandang Andrea Pirlo seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
"Meski begitu status bukan favorit itu tidak membuat saya terganggu. Saya sendiri lebih memilih untuk memulai kejuaraan dalam kondisi tidak dijagokan," tambah pemain milik AC Milan itu.
Pirlo sendiri menilai bahwa negara-negara yang menjadi unggulan adalah Brasil, Inggris, dan Spanyol.
Meski bukan favorit dan dinilai tidak meyakinkan, namun Pirlo menegaskan bahwa Italia bakal berjuang semaksimal mungkin demi menjaga reputasi.
"Sebelum Piala Dunia, bahkan rasa sakit dan rasa lelah yang kami alami akibat bermain semusim penuh semuanya hilang. Sebab Piala Dunia merupakan turnamen yang indah untuk bisa bermain di sana dan mendapatkan pengalaman," pungkasnya. (nar/key)











































