Jabulani dikeluhkan banyak pemain termasuk kiper-kiper top seperti Iker Casillas (Spanyol), Gianluigi Buffon (Italia) dan Julio Cesar (Brasil). Striker Luis Fabiano (Brasil) menyebutnya "aneh", penyerang Giampaolo Pazzini (Italia) memandangnya sebagai sebuah "petaka".
Dalam keterangannya, juru bicara Adidas Thomas van Schaik menegaskan bahwa Jabulani sudah diuji dan dinyatakan lulus sejak lama. Berbulan-bulan tidak ada yang mengeluhkan, tapi kini semua bersuara seragam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di atas semua itu, kami telah mendistrbusikan bola ini ke semua finalis (Piala Dunia) supaya mereka terbiasa. Sepertinya mereka tidak mengambil keuntungan dari itu, kalau kami cuma mendengarkan kritikan-kritikan itu sekarang. Saya cukup terkejut dengan keadaan ini."
Meski media sering mengutip pemain yang mengeluhkan Jabulani, tapi ada juga yang merasa oke-oke saja dengan bola tersebut. Mario Gomez termasuk di antaranya.
"Agak sakit sedikit, tapi kalau kamu menendang dengan tepat, bola akan melayang," tukas penyerang Jerman yang cukup terbiasa mencetak gol dengan Jabulani untuk Bayern Munich itu.
Pada intinya Adidas merasa yakin bahwa bola ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk memberi kenyamanan terbaik untuk para pemain. Segala kritikan akan lenyap begitu turnamen dimulai.
"Selalu ada kritikan tentang bola sebelum Piala Dunia, tapi habis itu tidak ada setelah kita melihat banyak gol hebat dan penyelamatan gemilang," imbuh Van Schaik.
"Bola ini lebih akurat, membuat pemain-pemain terbaik dunia semakin baik lagi. Kalau mereka menendang, bola akan mengarah sesuai keinginan. Sedangkan kiper, dia akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang ke mana bola akan bergerak."
(a2s/nar)











































