Bunyi nyaring dari Vuvuzela setia menemani jalannya pertandingan gelaran Piala Dunia 2010. Saking bisingnya, suara ini bahkan sampai-sampai terdengar jelas di tayangan televisi. Tengok salah satu contohnya di TF1, Prancis.
"Di Prancis, tersengar suara yang amat sangat bising," kata Kepala Produksi Olahraga TF1 Philippe Kaufmann di Yahoosports.
"Para penonton benar-benar dibuat gila karenanya. Sulit sekali mendengar kebisingan permanen macam itu," papar Kauffmann.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan banyaknya kritikan, wacana untuk melarang penggunaan Vuvuzela dalam pertandingan pun mulai muncul. Boleh jadi wacana itu akan pupus karena Blatter sendiri mendukung keberadaan sang terompet.
"Saya selalu bilang Afrika punya ritme berbeda, bunyi yang beda. Saya tak ingin melarang tradisi musik dari fans di negeri mereka sendiri," tulis Blatter dalam akun Twitternya.
"Apa Anda mau melihat tradisi fans di negara Anda sendiri dilarang?" lugas dia bertanya.
(krs/key)











































