Data Opta menunjukkan bahwa bersama Heskey, Rooney mencetak gol setiap 134 menit sekali. Inggris sendiri selalu mencetak gol dalam rata-rata 35 menit sekali kala keduanya berduet. Angka ini masih kalah efektif dibanding bila Rooney ditandemkan dengan Crouch.
Pelatih Fabio Capello memilih duet penyerang Aston Villa dan Manchester United itu melawan Amerika Serikat di partai pertama. Kerja sama keduanya membuahkan satu gol. Laga berakhir dengan skor 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin banyak bermain dengan pemain yang berbeda, kamu akan semakin dapat memahaminya. Kasus itu juga terjadi dengan Wayne," ujar Heskey seperti dikutip dari Guardian.
Satu poin jelas bukanlah hasil yang positif. Di dua laga sisa, The Three Lions harus meraih hasil maksimal demi tiket ke babak berikutnya.
Bila kembali mendapat kepercayaan turun, Heskey mengatakan siap berpasangan dengan Rooney kembali. "Kami mempersiapkan dengan baik untuk penampilan yang lebih baik," tutur penyerang berusia 32 tahun itu seperti diberitakan London Evening Standard.
Dari pertandingan lawan Amerika, Heskey dapat mengambil hal positif dan mencoba menerapkannya dalam latihan dan pertandingan selanjutnya. Walau Rooney sempat mendapat sorotan tentang tempramennya, Heskey yakin eks striker Everton itu dapat mengatasi tekanan yang dihadapinya.
"Wayne adalah pemain besar. Tekanan ada di sana selama karirnya dan dia telah melaluinya. Dia menjadi sorotan sejak berumur 17 tahun jadi dia ada untuk itu dan tidak akan membiarkan segala hal-hal tersebut memengaruhinya," pungkas dia.
(nar/key)











































