Sejak Messi didaulat sebagai pesepakbola terbaik dunia tahun 2009, semua orang di planet ini seperti ingin melihat segala kehebatan dia di Piala Dunia 2010. Messi menjadi sangat lekat dengan kesuksesan: ia dijagokan sebagai top skorer, man of the tournament, bahkan diyakini bakal membawa Argentina ke tangga juara.
Untuk top skorer, Messi harus mulai mencetak gol di pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia belum menghasilkan itu dalam dua laga, meskipun di partai pertama melawan Nigeria begitu aktif melakukan tembakan ke arah gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi kepentingan tim, semestinya tidak bikin gol asalkan tim menang adalah yang utama. Messi juga begitu. Ia pasti akan lebih memilih Argentina menang (dan juara) dibanding dirinya menjadi top skorer atau pemain terbaik. Tapi demi semua predikat dia, barangkali tidaklah afdol jika pemain berkaki kidal itu tidak -- katakanlah -- mencicipi gol di Afrika Selatan. Mungkin nanti saat melawan Yunani, atau di babak knockout.
Yang jelas, Argentina kemarin telah menunjukkan sifat "kekesebelasannya". Messi tampil bagus, tapi pemain-pemain lain pun menonjol. Higuain, meski membuang beberapa peluang di setengah jam pertama, mengingatkan orang bahwa dia adalah top skorer Real Madrid musim lalu -- dan Jose Mourinho layak memperhitungkan dia.
Penyerang 22 tahun itu menjadi finisher yang piawai di kotak penalti. Posturnya ideal, powerfull, dan akan langsung jadi idola fans perempuan karena wajahnya tampan. Diego Milito, si bintang Inter Milan yang menjadi juara Eropa, harus bersabar kapan bisa keluar dari bench dan menjadi starter.
Tevez tak kalah memukau. Seperti halnya Messi, dia memang tidak mencetak gol. Tapi apa yang dia lakukan selama di lapangan betul-betul "melelahkan" mata penonton. Dia terus berlari, bergerak, menendang ke sana-sini, beradu fisik dengan si ini si itu. "Dia kuat seperti badak, dia kencang seperti babi," sebuah posting twitter menggambarkan permainan Tevez di sana.
Memasuki matchday kedua, Argentina adalah bintangnya, menyusul tim unggulan Jerman, Brasil atau Belanda yang tampil impresif di pertandingan pertamanya. Higuain, Tevez, juga Angel di Maria, Maxi Rodriguez dan tentu saja Messi, memperlihatkan pada dunia di mana level Albiceleste.
(a2s/a2s)











































