Chollima Ingin Obati Kecewa 44 Tahun Silam

Jelang Portugal vs Korut

Chollima Ingin Obati Kecewa 44 Tahun Silam

- Sepakbola
Senin, 21 Jun 2010 11:17 WIB
Chollima Ingin Obati Kecewa 44 Tahun Silam
Cape Town - Di Piala Dunia 1966 Korea Utara pernah mengejutkan dunia meski kejutan itu lantas dihentikan Portugal. Kesempatan mengobati kekecewaan 44 tahun silam kini hadir di Afrika Selatan.

Korut melakukan debutnya di Piala Dunia 1966. Di laga pertama grupnya, Grup 4, Korut dihantam tim tangguh Uni Sovyet 0-3. Mengingat grup itu juga dihuni Italia yang tak kalah tangguh, Korut boleh jadi cuma dinilai sebagi penggembira.

Akan tetapi, sejarah mencatat tidak demikian. Setelah mengimbangi Chile di laga kedua, Korut mencengangkan dunia usai menundukkan Italia lewat gol tunggal Pak Doo-Ik. Korut pun lolos ke perempatfinal sebagai runner-up grup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di babak delapan besar, Chollima --julukan yang mengacu pada sosok kuda bersayap dalam mitos Korut. Sosoknya mirip dengan kuda pegasus-- masih saja penuh kejutan. Bagaimana tidak, dalam waktu 25 menit mereka sudah bisa unggul 3-0 dari Portugal yang dihadapi di babak tersebut.

Akan tetapi, kejutan Korut masih kalah dari kedahsyatan Eusebio. Andalan 'Samba Eropa' itu menggila dan jadi inspirator kebangkitan timnya. Portugal akhirnya berbalik menang 5-3, menyingkirkan Korut dari Piala Dunia.

Semenjak itu, Korut bak Cinderella yang menghilang tanpa jejak dari pesta dansa. Mereka tak pernah lagi bisa sampai ke putaran final Piala Dunia. Barulah pada gelaran tahun 2010 mereka bisa lolos.

Uniknya pertalian takdir langsung mempertemukan Korut dengan Portugal, lawan yang 44 tahun silam sudah membuat mereka menuai hasil mengecewakan. Maka tak ayal laga lawan Portugal, Senin (21/6/2010), akan menjadi momen spesial untuk Korut.

"Para pemain sudah melihat tayangan video (pertandingan tahun 1966) dan sudah banyak mendengar tentang pertandingan tersebut. Saya ingat benar pertandingan tersebut," kata Pelatih Korut Kim Jong-hun yang menyaksikan laga 44 tahun silam itu saat masih jadi bocah sembilan tahun.

"Kali ini para pemain akan berusaha mengobati kekecewaan saat itu," tegas Kim melanjutkan seperti dikutip Reuters.

Menilik penampilan ngotot para pemain Korut saat kalah 1-2 lawan Brasil di laga pertama, Portugal jelas tak boleh menyelepekan daya juang skuad racikan Kim. Apalagi mereka juga akan mengusung semangat untuk mengobati kecewa 44 tahun silam.



(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads