Hasil seri di dua laga awal kontra Amerika Serikat dan Aljazair membuat posisi Inggris terjepit. Hanya kemenangan yang bisa membawa juara dunia 1966 itu menembus perdelapanfinal dan lawan terakhir adalah pemuncak grup Slovenia.
Meski secara kualitas skuad Inggris berada di atas Slovenia namun kondisi teknis dan non teknis The Three Lions tidak baik. Buruknya performa, cedera dan akumulasi pemain serta isu disharmonasi tim menjadi bumbu menjelang laga krusial itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika anda butuh untuk memenangi laga dan anda tidak mendapat gol kedua atau ketiga, anda akan sangat antusias di akhirnya," sahut Gerrard di Sky Sports.
"Namun aku merasa para pemain luar biasa hari ini. Mereka tampil baik dalam hal gairah, semangat bertarung, spirit tim, kebersamaan serta kualitas. Kami sangat pantas untuk lolos," sambungnya kapten Inggris itu.
Dibalik pujian atas semangat juang timnya Gerrard pun masih menyimpan kritik kepada Inggris yang dinilainya masih bermasalah pada inkosistensi penampilan. PR buat Fabio Capello yang akan menghadapi rival berat Jerman di perdelapanfinal.
"Kami pernah melakukan sebelumnya. Ketika kami tampil buruk dan orang-orang meragukan kami. Kami membalikkan prediksi itu dan tampil baik," serunya.
"Namun kami harus melakukannya di sisa laga pada turnamen ini. Kami butuh inkosistensi saat ini khususnya di fase knock out. Karena jika kami tampil seperti saat melawan Aljazair, aku pikir kami tidak akan mendapat kesempatan lagi," pungkas Gerrard.
(mrp/roz)











































