Dengan hasil tak pernah menang--dua kali seri dengan Paraguay dan Selandia Baru--Cannavaro cs harus meraih poin penuh pada laga terakhir grup untuk mengamankan tiket 16 besar--walaupun ada hitungan dengan hasil seri saja Italia sudah bisa lolos.
Namun, pemain yang telah membela Italia sejak 1997 ini merasa performa Italia, yang dinilai masih jauh dari memuaskan itu, adalah sesuatu yang wajar dan dirinya tidak malu sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami adalah Italia, kami pemenang empat kali Piala Dunia. Dan semua orang selalu berharap yang terbaik dari kami. Kami sudah terbiasa dengan tekanan seperti ini."
Walaupun sang pelatih Marcello Lippi kerap dikritik lantaran terus bereksperimen dengan para pemainnya, namun Cannavaro tetap menunjukkan dukungannya. Ia mengulangi pernyataan pelatihnya mengenai keinginan tim untuk tidak cepat tersingkir begitu saja.
"Saya mengulangi apa yang pelatih katakan, kami tidak ingin Slovakia menjadi pertandingan terakhir kami," tegas pemain berusia 36 tahun ini.
"Kami sudah mempersiapkan diri untuk Piala Dunia ini selama dua tahun dan tidak ingin pulang setelah bermain tiga kali. Permainan terbaik kami akan tampil."
Italia kemungkinan besar akan diperkuat Andrea Pirlo setelah mulai pulih dari cedera betisnya. Namun, Lippi sepertinya tidak akan mengambil risiko menurunkan metronom tim tersebut dari menit awal.
(roz/key)











































