Virus Pragmatis Tulari 'Si Cantik'?

Virus Pragmatis Tulari 'Si Cantik'?

- Sepakbola
Senin, 28 Jun 2010 23:53 WIB
Virus Pragmatis Tulari Si Cantik?
Durban - Sepakbola pragmatis sejauh ini memang banyak dikeluhkan, tetapi terbukti efektif. Mungkinkah "virus pragmatis" itu juga mulai menulari Belanda yang di waktu lalu identik dengan permainan cantik?

Tim Negeri Kincir Angin mencatat rekor sempurna yakni menyapu bersih kemenangan di tiga pertandingan babak grup. Meski begitu tiga poin tersebut diraih lewat permainan yang tidak cantik.

Permainan serupa kembali ditunjukkan Belanda di babak 16 besar. Bahkan dalam laga melawan Slovakia, Senin (28/6/2010) malam WIB tersebut, tidak jarang ada sepuluh pemain Belanda berdiri di daerah sendiri dan tinggal menyisakan Robin Van Persie di wilayah lawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bukan penampilan terbaik kami, namun yang terpenting bagi kami adalah lolos," ujar Arjen Robben seperti dikutip dari Reuters.

Selama ini De Oranje dikenal sebagai tim yang menganut aliran total voetbal dan kerap bermain cantik. Namun akhir-akhir ini tim yang menganut aliran sepakbola pragmatis menunjukkan efektifitas dan terbukti  "si pragmatis" bisa menghadirkan hasil positif.

Jadi apakah "Si Cantik" Belanda telah memutuskan untuk tidak lagi indah? Soal ini Robben memiliki pendapatnya.

"Menurut saya di perempatfinal kami harus bermain lebih baik lagi daripada hari ini," ujar gelandang Bayern Muenchen itu. (nar/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads