"Saya sudah menyelesaikan tes fisik di Sao Paulo. Lalu kita lihat bagaimana kondisi saya dan saya tidak akan mengalami masalah di Piala Dunia nanti. saya akan tampil 100 persen di Piala Dunia nanti," ujar bintang Real Madrid ini kepada AS, sebelum Piala Dunia dimulai.
"Ini adalah Piala Dunia yang ketiga kalinya bagi saya. Sebuah pengalaman yang sangat istimewa."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar kalau Kaka berharap banyak terhadap Piala Dunia tahun ini. Tahun 2002, dia masih terlalu muda sehingga tak menjadi pilihan utama pelatih Luiz Felipe Scolari. 'Tim Samba' keluar sebagai juara kala itu.
Dengan motivasi untuk mengulangi kesuksesan senior-seniornya, Kaka menatap Piala Dunia 2006. Dia tampil sebagai pemain utama, namun Selecao harus berakhir di perempatfinal akibat kalah dari Prancis.
Tahun ini, dia punya motivasi tambahan, selain mengobati kekecewaan empat tahun silam, yakni memperbaiki performanya yang tak cemerlang bersama Madrid musim lalu.
Dalam musim perdananya bersama El Real itu, Kaka banyak diganggu cedera. Alhasil kemampuan terbaiknya pun tak keluar. Sepanjang musim, ia hanya tampil 30 kali di semua kompetisi dan cuma mencetak sembilan gol--bandingkan dengan rata-rata 15,8 gol yang ia cetak dalam semusim, selama enam tahun membela AC Milan.
Tekadnya membawa Brasil ke puncak dunia akhirnya pupus setelah Brasil ditaklukkan Belanda 1-2. Penampilannya sepanjang turnamen pun banyak mengundang rasa khawatir, bukan hanya dari sisi performa, tetapi juga kedisiplinan.
"Ini merupakan masalah. Saya tidak ingin Kaka kena hukuman larangan tampil. Saya akan berbicara dengan Kaka soal masalah ini sebab kami tidak ingin terjebak dalam masalah kartu kuning," tukas Dunga, menanggapi tiga kartu kuning yang didapat Kaka dalam turnamen ini.
Kaka akhirnya menutup turnamen ini dengan gagal mencetak satu gol pun--meski menorehkan tiga buah assist. Kalau akhirnya dia kecewa, itu wajar-wajar saja. Pemain berusia 28 tahun ini pun boleh bertekad untuk "balas dendam" empat tahun lagi, kala Piala Dunia dihelat di negaranya sendiri.
(roz/arp)











































