Gullit Bicara Soal Bintang yang Meredup

Laporan dari Afsel

Gullit Bicara Soal Bintang yang Meredup

- Sepakbola
Selasa, 06 Jul 2010 08:00 WIB
Gullit Bicara Soal Bintang yang Meredup
Johannesburg - Lionel Messi, Kaka, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan bahkan Fernando Torres. Dunia berharap dapat pertunjukan hebat dari mereka di Piala Dunia ini, meski pada akhirnya kesemuanya cuma jadi bintang yang nyaris tanpa sinar.

Bukan cuma fans Argentina, Brasil, Portugal, Inggris atau Spanyol yang berhak kecewa atas tak maksimalnya bintang-bintang besar di atas. Penggila sepakbola dunia dipastikan merasakan ketidakpuasan yang sama menyusul beberapa hasil mengejutkan di Piala Dunia 2010 ini.

Lionel Messi dianggap tampil cukup baik dengan mengantar Tim Tango ke perempatfinal. Tapi dengan apa yang sudah dia berikan buat FC Barcelona, kontribusinya buat timnas jelas tak bisa dibandingkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain terbaik dunia tahun lalu itu gagal mencetak satupun gol. Saat menghadapi Jerman, Messi seperti kehilangan magisnya. Argentina dipermalukan 0-4.

Kondisi serupa dialami Kaka di Brasil, Cristiano Ronaldo bersama Portugal dan Inggris yang sangat menantikan ketajaman Rooney. Bahkan La Furia Roja yang sudah memastikan tiket ke semifinal, masih dibuat penasaran dengan performa Torres yang jauh tertinggal dari David Villa.

Ada apa dengan pemain-pemain yang bersinar terang bersama klub namun mendadak redup saat berseragam tim nasional?

"Pemain-pemain itu menjadi bintang di timnya masing-masing. Mereka berusaha maksimal untuk melakukan hal yang sama buat negaranya di Piala Dunia ini. Tapi kadang itu tak cukup," sahut Ruud Gullit dalam konferensi pers di Jobulani Center, Sandton, Pretoria.

Kondisi serupa diakui mantan pemain AC Milan itu sempat dia alami bersama Belanda. Meski si pemain sudah berusaha maksimal, namun entah mengapa itu kadang tak cukup untuk memberi yang terbaik.

"Saya sendiri pernah mengalami hal itu. Saat saya semakin berusaha, semuanya justru kosong. Itu bukan sebuah kejutan," lanjut eks pelatih Chelsea dan Newcastle United itu.

Pemain yang saat masih aktif tampil khas dengan rambut gimbalnya itu menduga kalau pemain-pemain bintang sudah terlanjur kehabisan tenaga saat di kompetisi domestik. Alhasil, di Piala Dunia mereka sulit menampilkan puncak performanya kembali.

"Mereka telah menjalani jumlah pertandingan yang luar biasa bersama klub. Mungkin harusnya jumlah pertandingan mereka (di level klub) dikurangi. Tapi itu tak mungkin. Mereka telah melakukan persiapan dengan baik. Tak adil menilai performa mereka hanya di pertandingan ini," tutup pemain yang mengantar Belanda menjuarai Euro 1988 itu.
(din/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads