Bermain di rumah sendiri, Prancis yang saat itu diperkuat sejumlah pemain berdarah keturunan berhasil jadi jawara Piala Dunia 1998. Jerman hanya sampai ke perempatfinal.
12 tahun kemudian, Jerman sudah lebih membuka diri terhadap para pemain sepakbola yang tak berdarah asli negara tersebut. Hasilnya, mereka kini menjejak semifinal usai melewati hadangan Inggris dan Argentina di babak knock-out.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman juga dicatat Reuters memiliki populasi sampai 82 juta orang. Dari jumlah itu, hanya sekitar tujuh jutanya saja yang merupakan imigran atau warga keturunan.Β
"Mereka sudah bekerja keras, tampil luar biasa. Mereka ingin jadi warga Jerman dan mereka sudah melakukannya tanpa mengabaikan negara asal mereka. Kami menerima itu dan mereka dicintai sama seperti para pemain lainnya."
"Timnasi ini adalah contoh sukses dari sebuah integrasi, sebuah model yang jadi contoh untuk negara kami. Mereka yang bekerja keras akan diterima dan mereka yang punya keyakinan (akan Jerman) akan memiliki peluang," lugas de Maizire.
Sejumlah pemain andalan 'Der Panzer' saat ini adalah warga keturunan. Keluarga Miroslav Klose dan Lukas Podolski berasal dari Polandia, Mesut Oezil keturunan Turki, ayah Sami Khedira berasal Tunisia, ayah Jerome Boateng adalah orang Ghana dan Mario Gomez berayahkan orang Spanyol dan ibu dari Jerman.
Para pekerja asing sebenarnya sudah mengadu peruntungan di Jerman selama beberapa dekade, tapi baru belakangan ini saja para pemain keturunan memperkuat timnas Jerman. Sebelum undang-undang kewarganegaraan direformasi pada tahun 1999, pemerintah konservatif menyebut Jerman bukanlah negara imigran.
(krs/key)











































