Kiprah Uruguay di Afrika Selatan bisa dibilang jauh dari kata mengecewakan. Datang sebagai tim yang tidak diunggulkan, Diego Forlan dkk. justru mampu menembus babak Empat Besar. Pencapaian ini merupakan yang pertama kali di mana yang terakhir kali tim Amerika Selatan itu melakukannya di Italia, 40 tahun silam.
Melakoni partai perebutan tiket final melawan Belanda yang dihelat Rabu (7/7/2010) dinihari WIB di Durban Stadium, Uruguay boleh dibilang tampil impresif dan memberikan perlawanan ketat terhadap lawannya yang memang lebih diunggulkan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah melangkah sangat jauh, tidak ada orang yang memperkirakannya. Jadi ini membantu meringankan kepedihan dari kekalahan ini," ujar sang arsitek Oscar Tabarez dikutip Reuters.
Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh Egidio Arevalo. "Kami telah memiliki sebuah turnamen yang bagus. Sudah banyak waktu yang kami lewatkan untuk bisa tampil bagus seperti ini,"lugas sang gelandang.
Kendati tersingkir dari perebutan gelar juara, Uruguay masih memiliki satu kesempatan untuk meraih satu gelar hiburan yang mungkin bisa betul-betul menghapus kesedihan ini. Mereka akan bertarung menghadapi pihak yang kalah antara Jerman dengan Spanyol yang melakoni partai semifinal lainnya untuk merebut juara tiga. (nar/arp)











































