Akhir Impresif untuk Performa Impresif

Jelang Uruguay vs Jerman

Akhir Impresif untuk Performa Impresif

- Sepakbola
Jumat, 09 Jul 2010 13:42 WIB
Akhir Impresif untuk Performa Impresif
Jakarta - Tidak ada yang tidak berharga. Final tak tercapai, tempat ketiga pun lumayan. Uruguay dan Jerman akan memainkan pertandingan terakhirnya di Piala Dunia 2010 sebagai penutup lakon impresif.

Uruguay harus diakui sebagai salah satu kontestan yang paling menghibur dengan permainan terbukanya. Partai melawan Korea Selatan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Afrika Selatan.

Buat mereka, menembus babak semifinal adalah prestasi yang luar biasa. Mereka memang juara dua kali di masa lampau (1930 dan 1950), tapi kejayaan itu sudah lama lewat. Bahkan kali terakhir mereka bisa melewati perempatfinal adalah di tahun 1970.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catat pula, dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, Uruguay tidak lolos tiga kali -- kecuali di Korea-Jepang 2002. Maka apa yang dilakukan La Celeste dengan Oscar Tabarez-nya pasti sangat membanggakan untuk masyarakatnya.

Jerman memang mengalami antiklimaks saat dikalahkan Spanyol di semifinal. Bahkan mereka pun tidak punya pembelaan. Tapi di luar satu pertandingan tersebut, selebihnya Jerman adalah tim yang sangat bersinar di Piala Dunia 2010.

Mereka hadir sebagai tim paling muda, mencuatkan antara lain Thomas Mueller dan Mesut Oezil, serta menampilkan permainan atraktif. Paling gampang dilihat adalah produktivitas mereka yang mengibur. Australia dan bahkan dua tim besar Inggris dan Argentina dihajar dengan empat gol.

Hari Sabtu malam besok atau Minggu (11/7/2010) dinihari WIB, Uruguay dan Jerman akan menutup kiprahnya di tanah Afrika. Selain untuk harga diri, partai ini akan menegaskan bahwa mereka memang layak berada di tempatnya sekarang.

Berikut ini beberapa data-fakta terkait pertandingan yang akan digelar di Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth, tersebut:

- Penyerang Uruguay Luis Suarez sudah bisa bermain lagi setelah terkena skorsing satu laga di semifinal. Kapten Diego Lugano pun diharapkan sudah pulih dari cederanya.

- Mueller juga diperkirakan menjadi starter untuk Jerman setelah absen di semifinal. Gelandang Piotr Trochowski kelihatannya harus kembali ke cadangan lagi.

- Dari lima kekalahan Jerman di semifinal Piala Dunia, tim-tim yang menundukkan mereka semuanya berasal dari tanah Eropa. Mereka ditekuk Cekoslowakia (1934), Swedia (1958), Italia (1970), Italia (2006), dan Spanyol (2010).

- Dari empat kali melakoni pertandingan playoff 3-4, Jerman hanya kalah satu kali, yaitu dari Prancis di tahun 1958.

- Uruguay selalu kalah dari dua kesempatan bermain playoff tempat ketiga Piala Dunia. Mereka kalah ditaklukkan Austria di tahun 1954 dan Jerman (Barat) di tahun 1970.

- Kedua tim pernah bertemu delapan kali. Uruguay tak pernah bisa mengalahkan Jerman, malah kalah enam kali. Dari delapan pertemuan itu, tiga di antaranya terjadi di Piala Dunia. Jerman menang di Piala Dunia 1966 dan 1970, serta bermain imbang 1-1 di Piala Dunia 1986.

- Jerman selalu menang dengan skor cukup telak dalam dua pertemuan mereka yang terakhir. Der Panzer unggul 4-1 di Montevideo pada Desember 1992, lalu menang 5-0 di Bochum pada Oktober 1993 dalam laga persahabatan.

(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads