Evra menjadi "penggerak" mogok latihan yang dilakukan skuad Prancis usai Nicolas Anelka dipulangkan akibat cekcok dengan Raymond Domenech. Belum lagi selanjutnya sang skipper terlibat adu mulut dengan pelatih kebugaran tim.
Krisis internal yang dialami skuad 'Ayam Jantan' ini adalah pelengkap derita Prancis yang tersingkir di fase grup Piala Dunia 2010. Hal ini lantas memicu mundurnya Presiden Federasi Sepakbola Prancis, Jean-Pierre Escallates.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desailly, legenda sepakbola Les Bleus yang membawa Prancis menjadi juara dunia 1998 dan Euro 2000 ini merasa prihatin dengan insiden ini. Ia sepakat dengan mantan rekannya di timnas Lilian Thuram yang sebelumnya juga menyerukan pencekalan buat Evra, setidaknya selama dua bulan.
"Presiden federasi dan pelatih sudah membayar harganya. Dan saya pikir Evra, yang mendalangi pemogokan (latihan) itu juga harus membayarnya," sahut mantan pemain internasional Prancis keturunan Ghana ini kepada harian Metro yang dikutip Sky Sports.
"Kapten membuat sebuah kesalahan dan dia harus menerima konsekuensi dari tindakannya itu. Dia memutuskan untuk tidak latihan sebelum menyadari kesalahannya dan minta maaf. Tapi dia pantas menerima setidaknya suspensi sementara," lanjut Desailly.
"Dia adalah seorang pemain yang hebat, bek kiri terbaik kami tapi dia harus diskorsing untuk dua bulan, karena kapten adalah orang pertama yang menjadi contoh. Tindakan dia berimbas kepada imej Prancis di seluruh dunia," tegas pria yang kini menjadi duta UNICEF tersebut.
(arp/arp)











































