Heitinga yang Kelima Diusir di Final

Heitinga yang Kelima Diusir di Final

- Sepakbola
Senin, 12 Jul 2010 06:53 WIB
Heitinga yang Kelima Diusir di Final
Jakarta - Kegagalan Belanda juara dunia menjadi luka tambahan buat Johnny Heitinga yang menorehkan catatan buruk. Si pemain bertahan ini menjadi pemain kelima yang diusir pada pertandingan final Piala Dunia.

Upaya 'Pasukan Oranye' untuk meraih mahkota juara dunia-nya yang pertama kembali kandas. Menjejak finalnya yang ketiga di Piala Dunia 2010, Wesley Sneijder dkk. dipaksa menelan pil pahit usai takluk dengan skor 1-0 atas Spanyol dalam laga yang digelar Senin (12/7/2010) dinihari WIB di Soccer City Stadium.

Pada laga puncak tersebut, Heitinga 'sukses' menorehkan catatan. Sayangnya, catatan tersebut bukanlah catatan yang bagus dan patut dibanggakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Defender yang membela Everton tersebut mendapat kartu kuning kedua pada menit 109 yang berujung kartu merah buat si pemain lantaran melanggar Andres Iniesta. Heitinga harus keluar lapangan dan tujuh menit kemudian ia mendapatkan kenyataan pahit karena pemain yang ia langgar itu sukses melesakkan sebuah gol penentu juara dunia 'Tim Matador'.

Perlu diketahui, Heitinga bukanlah orang pertama yang diusir di partai final. Statistik Opta menyebut sebelumnya sudah ada empat pemain yang bernasib nyaris sama dengan pemain kelahiran 15 November 1983 ini.

Pemain Argentina membuka sejarah 'pengusiran' di dalam partai final Piala Dunia. Melawan Jerman Barat di laga terakhir Piala Dunia 1990, Pedro Monzon mendapat kartu merah pertama di menit 65 usai mendapat dua kartu kuning. Performa buruk itu diikuti oleh Gustavo Dezotti yang langsung mendapat espulso pada 22 menit kemudian.

Kepedihan Monzon dan Dezotti bertambah. Seiring dengan kekalahan Albiceleste atas Jerman Barat 1-0 dari Andreas Brehme di menit 85 yang bikin Der Panzer akhirnya jaura dunia.

Nasib sedikit lebih baik dialami oleh Marcel Desailly. Eks centre back skuad Prancis itu menerima kartu merah di final 1998 pada menit 48 namun toh Les Bleus tetap sukses menjadi kampiun dunia usai menyingkirkan Brasil 3-0.

Kartu merah yang diterima Zinedine Zidane di final Piala Dunia empat tahun silam mungkin akan menjadi peristiwa yang selalu diingat sebagaian besar orang. Zizou diusir setelah menanduk dada pemain Italia, Marco Materazzi yang diduga melontarkan ucapaan tidak pantas terkait keluarga Zidane.

Kendati turut dikecam atas aksi tidak terpujinya--dengan menanduk Materazzi--Zidane merasa lawannya itu pantas mendapatkan tindakan tersebut. Bahkan saking geramnya, maestro sepakbola Prancis ini pernah mengatakan lebih baik mati ketimbang minta maaf kepada Materazzi.
(nar/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads