Isu keamanan memang menjadi sorotan di Afsel. Di awal turnamen terjadi beberapa perampokan dan pencurian terhadap para pemain dan wartawan di Afsel, baik di jalanan maupun hotel. Yang terakhir terungkap adalah pencurian di kamar hotel tim Inggris dan hilangnya tujuh replika trofi Piala Dunia di markas FIFA.
Afsel selaku tuan rumah "membuka" 56 pengadilan khusus untuk menindaklanjutan kasus-kasus kriminal yang dialami para pelancong selama mengikuti Piala Dunia di negara paling selatan di benua Afrika itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan itulah yang dilakukan oleh Rita dan keluarganya. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'We did not rob you, we wowed you. Come Back World' menjelang pertandingan final di Soccer City stadion.
Seluruh anggota keluarga memakai kaos berbeda. Ada yang memakai jersey Belanda, Spanyol dan Bafana-Bafana.
"Kami ingin membuktikan bahwa dunia kalau Afsel bukan negara perampok. Kami ingin kalian kembali lagi," ucap Rita kepada detiksport.
"Semua negara pasti punya kejahatan. Tapi di Afsel lebih banyak orang baik," tambahnya.
Aksi ini mendapat perhatian cukup banyak dari fans yang sudah memadati soccer city. Sebagian bahkan ada yang berfoto bersama.
"Kalian sangat baik. Kami akan kembali," ujar seorang fans asal China yang ikut berfoto.
(roz/roz)











































