Inggris Berniat Nihilkan Pirlo

Inggris Berniat Nihilkan Pirlo

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Selasa, 10 Jun 2014 15:58 WIB
Inggris Berniat Nihilkan Pirlo
AFP/Glyn Kirk
Rio de Janeiro -

Di dalam benak Roy Hodgson, Andrea Pirlo adalah otak dari permainan Italia. Oleh karenanya, amat penting untuk menihilkan peran Pirlo ketika Inggris berjumpa Italia.

Kedua tim akan bertemu dalam laga perdana Grup D pada Minggu (15/6) dinihari WIB. Ini layaknya laga ulangan dari laga perempatfinal Piala Eropa 2012. Kala itu, Inggris kalah dalam adu penalti setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Hodgson ketika itu memasang strategi defensif, di mana Inggris mencatatkan persentase penguasaan bola hanya 36%. Jumlah usaha untuk mencetak gol pun berbanding jauh. Jika Italia memiliki 35 attempts (20 on target), Inggris hanya 9 (4 on target).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada laga tersebut, Inggris juga tidak sepenuhnya mematikan Pirlo. Mereka lebih memilih menumpuk pemain dan bertahan di area sendiri. Hodgson pun berjanji, timnya akan bermain lebih baik dibandingkan ketika itu.

"Apakah kami akan menghentikan Pirlo? Pertama-tama, yang akan kami lakukan adalah berusaha untuk tampil lebih baik dibanding ketika bertemu Italia di Euro 2012," ujar Hodgson di Sky Sports.

"Apa yang akan kami lakukan terhadap Pirlo kali ini? Pertama-tama, kami akan bermain dengan semangat lebih, dan kami akan memiliki semangat itu, karena ini merupakan pertandingan pertama kami di turnamen ini. Kami akan berusaha tampil padu untuk pertandingan tersebut."

Pirlo pernah dibuat mati kutu ketika memperkuat AC Milan beberapa tahun lalu. Ketika itu, dalam laga melawan Manchester United, Sir Alex Ferguson menugaskan Park Ji-Sung untuk menjadi suffaco dan menempel ketat Pirlo sepanjang laga.

Sebagai catatan, Park bisa melakukan tugas tersebut karena selain memiliki stamina hebat, juga memiliki kedisiplinan tinggi.

Taktik serupa juga pernah diterapkan oleh Luiz Felipe Scolari ketika Brasil menghadapi Spanyol di final Piala Konfederasi 2013. Ketika itu, dia menugaskan Oscar (no. 10 dari timnya) menjadi suffaco dan mengawal ketat Sergio Busquets.

Taktik Scolari itu terbukti sukses dan jadi salah satu faktor penting kemenangan Brasil atas Spanyol.

Sebagai gelandang yang kerap berdiri lebih dalam ketimbang gelandang-gelandang lainnya, Pirlo dan Busquets juga kerap dijadikan awal aliran bola tim masing-masing.


(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads