Spanyol dikenal dengan taktik tiki-taka. Penguasaan bola menjadi yang utama dalam strategi yang diterapkan La Furia Roja.
Lewat gaya main itu, Spanyol meraih sukses besar dalam enam tahun terakhir. Mereka memenangi dua gelar Piala Eropa dan satu titel Piala Dunia.
Karena itu, Xavi menyebut bahwa Spanyol tidak perlu mengubah gaya bermain yang sudah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Mengubah gaya bermain Spanyol, menurut Xavi, adalah sebuah kesalahan.
"Kami ingin menjadi pemimpin dan menguasai bola. Mengubah gaya kami akan jadi sebuah kesalahan," ujar Xavi seperti dikutip Marca.
"Para pemain yang kami miliki beradaptasi dengan sempurna dengan filosofi kami. Sampai mati kami memainkan gaya ini. Saya harap kami bisa menikmati kesuksesan yang sama," katanya.
Gaya bermain itu juga yang akan diterapkan oleh Spanyol saat menghadapi Belanda di laga perdana Grup B, Sabtu (14/6/2014) dinihari WIB. Xavi menegaskan bahwa Spanyol ingin memenangi laga dengan mendominasi permainan.
"Kami bersemangat dengan laga itu. Kami ada di grup yang sulit dan melawan Belanda akan jadi pertandingan yang rumit. Kami akan mencoba untuk menerapkan identitas kami dan melakukan yang terbaik," sahut pemain yang memperkuat Barcelona itu.
(nds/krs)











































