Bermain di Stadion Mineirao, Belgia yang difavoritkan juara Grup H tak disangka kebobolan lebih dini. The Red Devils tertekan di babak pertama setelah Sofiane Feghouli mengeksekusi tendangan penalti pada menit 24.
Pelatih Belgia Marc Wilmots pun dengan sigap melakukan pergantian pemain untuk lebih menggebrak pertahanan lawan. Sebelum babak kedua dimulai, Wilmots mengganti gelandang Nacer Chadli dengan penyerang Dries Mertens. Menurut data statistik dari ESPNFC, Chadli melepaskan tiga kali tembakan, di antaranya dua tembakan tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga pergantian pemain Belgia berbuah maksimal. Dalam waktu 10 menit, mereka membalikkan keunggulan jadi 2-1 lewat gol dua pemain pengganti, Fellaini dan Mertens. Jangan lupa, dua gol tersebut berkat assist dari Kevin de Bruyne dan Eden Hazard.
"Pada babak kedua, tim muda ini menunjukkan kekuatan mental. Para pemain dari bangku cadangan telah membuat perbedaan," ujar Wilmots kepada HLN.be seperti dikutip dari ESPNFC.
Mengenai pelanggaran bek Jan Vertonghen yang berbuah tendangan penalti bagi Aljazair, Wilmots mengakui, pemainnya mendapat banyak tekanan sehingga bertindak salah di lapangan.
"Ini laga yang susah. Kami melakukan kesalahan yang amat kecil, tapi di Piala Dunia mereka para pemain merasa tertekan," ucapnya.
Selanjutnya, Belgia akan bertemu Rusia pada Sabtu (22/6) pukul 23.00 WIB di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.
(din/cas)











































