Prancis siap meneruskan tren positifnya di laga pamungkas Grup E. Jika menang atas Ekuador, maka itu akan menjadi sapu bersih pertama Les Bleus di babak grup turnamen besar sejak 1998.
Tahun itu adalah momen di mana Prancis menjuarai Piala Dunia yang pertama. Di babak grup, Zinedine Zidane dkk. tampil sempurna dengan memenangi tiga laganya melawan Denmark, Afrika Selatan, dan Arab Saudi.
Sampai saat ini, skuat 'Ayam Jantan' telah berpartisipasi di delapan turnamen besar; empat Piala Dunia dan empat Piala Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Performa Prancis kembali jeblok di Afrika Selatan 2010. Tergabung di Grup A bersama tim tuan rumah, Uruguay, dan Meksiko, Prancis tampil sebagai juru kunci dengan hasil terbaiknya cuma sekali seri.
Sedangkan di Piala Eropa, Prancis tampil sebagai juara di 2000 tapi di babak grup mereka hanya menang dua kali dan sekali kalah. Pada edisi berikutnya di Portugal, sapu bersih gagal dilakukan usai memetik sekali hasil seri dalam tiga laga grupnya walau berakhir sebagai juara grup.
Hasil buruk diterima Prancis di Austria-Swiss 2008. Prancis tersingkir di babak grup setelah cuma memperoleh satu angka dari tiga laganya di mana mereka tergabung dengan Belanda, Italia, dan Rumania.
Sementara itu pada gelaran terakhir Euro di Polandia-Ukraina dua tahun silam, Prancis menang sekali, seri sekali dan kalah sekali walau hasil itu sukses membawa mereka ke babak knockout.
Prancis berpeluang mengulang torehan cemerlang itu. Usai menang dari Honduras dan Swiss, Ekuador menjadi lawan terakhir mereka dalam pertandingan yang akan digelar di Maracana, Kamis (26/6) dinihari WIB.
Tiga angka akan memastikan Karim Benzema cs lolos sebagai juara grup sekaligus memperoleh lawan yang relatif lebih mudah di babak berikutnya.
Kedua tim baru sekali bertemu di laga ujicoba pada 2008 dan berakhir dengan kemenangan Prancis 2-0.
(rin/roz)











































