Insiden ini terjadi pada Rabu (18/6/2014) lalu, ketika Chile berhadapan dengan Spanyol. Sekitar 200 suporter yang mayoritas memakai atribut Chile memaksa masuk ke stadion. Padahal, mereka tak punya tiket.
Para suporter nekat tersebut berusaha mencari jalan menuju tribune stadion. Mereka memecahkan sebuah pintu kaca dan masuk ke dalam media center.
FIFA menyatakan bahwa sebanyak 87 suporter Chile telah ditangkap terkait insiden ini. Para suporter tersebut harus meninggalkan Brasil dalam waktu 72 jam atau mereka dideportasi.
Setelah melakukan investigasi, FIFA menghukum Federasi Sepakbola Chile (ANFP) dengan denda. ANFP tak menjelaskan detail denda ini termasuk jumlahnya, tapi mereka akan dihukum lebih berat kalau suporter Chile berulah lagi.
"Kemarin (Senin-red), kami mendapatkan pemberitahuan dari komisi disiplin FIFA bahwa federasi dihukum dengan denda atas insiden yang melibatkan suporter Chile, yang merobohkan pagar perimeter di luar Maracana dan membuat sekitar 200 suporter masuk ke media center," demikian pernyataan ANFP yang dikutip Reuters.
FIFA kini tengah menyelidiki insiden lain, yakni adanya kembang api yang menyala pada laga Chile versus Australia yang dimenangi Chile dengan skor 3-1.
"Kalau ada kasus ketiga yang diselidiki oleh FIFA untuk insiden baru pada pertandingan-pertandingan mendatang, hukumannya akan sangat berat dan kejam untuk kepentingan ekonomi dan olahraga kami," jelas ANFP.
Chile sendiri telah mengukum suporter yang membuat ulah di Brasil dengan melarang mereka memasuki stadion-stadion di Chile.
Chile lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 sebagai runner-up Grup B. La Roja selanjutnya akan menantang tuan rumah Brasil yang jadi juara Grup A, Sabtu (28/6/2014) mendatang.
(mfi/raw)











































