Pantai Gading melepaskan kesempatan besar untuk mengukir sejarah tampil pertama kalinya di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Yunani. Posisi mereka dilewati oleh Yunani yang lolos sebagai runner up dari Grup C dengan nilai empat, satu poin lebih banyak.
Kekalahan ini jadi ironi mengingat sejatinya Pantai Gading cuma butuh hasil seri. Apalagi gol kemenangan Yunani datang di masa injury time dan lewat titik putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontrak saya berakhir di Piala Dunia ini dan tidak akan ada epilog dan Anda bisa mengerti dengan baik mengapa demikian. Ini masuk akal karena kami tidak tampil baik di Piala Afrika tahun lalu atau di putaran final Piala Dunia ini," kata Lamouchi.
"Saya telah mengerahkan banyak waktu dan usaha di dua tahun terakhir ini, tapi sayangnya cerita saya dengan Pantai Gading berakhir malam ini. Hasilnya kejam tapi Yunani tidaklah mencuri kemenangan ini (dengan cara yang buruk)," sambungnya.
"Saya sangat kecewa dan sedih, juga untuk para pemain dan publik Pantai Gading. Bagaimanapun, karier saya terus berlanjut dan akan ada kekalahan-kekalahan lain. Meski demikian saya akan lebih menyukai petualangan ini berakhir dengan cara yang berbeda," demikian dia di situs resmi FIFA.
(raw/fem)











































