Performa Lionel Messi dalam mengangkat Argentina di dua laga pertama Grup F mengundang pujian. Namun, Messi sendiri mengaku bahwa dia tidak bisa bekerja sendirian.
Messi mencetak gol kedua Argentina pada laga perdana melawan Bosnia Herzegovina, di mana Argentina menang 2-1. Selanjutnya, dia mencetak gol penentu kemenangan atas Iran.
Gol melawan Iran tersebut lahir pada masa injury time, ketika Argentina sedang buntu-buntunya membongkar pertahanan rapat Iran. Pelatih Argentina, Alejandro Sabella, puas bukan main atas terciptanya gol itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Messi sudah memproduksi permainan yang menyelamatkan permainan Argentina," ujar legenda Argentina, Jorge Valdano, seperti dilansir Guardian.
Satu hal yang amat menyulitkan Messi adalah dia harus turun terlalu jauh untuk menjemput bola ke lini tengah. Ini diakuinya dialaminya ketika menghadapi Bosnia.
Segalanya berubah ketika akhirnya Sabella memasukkan Fernando Gago pada menit ke-46. Setelahnya Messi leluasa untuk maju ke depan dan akhirnya mencetak gol di menit ke-65.
"Di babak pertama saya kesulitan untuk mendapatkan bola dan ketika saya mendapatkannya, saya sudah berdiri terlalu jauh dari gawang."
"Saya amat memahami Gago dan ketika dia masuk ke lapangan, kami mulai menguasai bola dan saya bisa bermain lebih maju ke depan," kata Messi.
Ucapan Messi ini kemudian didengar Sabella dan oleh karenanya Gago dimainkan sebagai starter pada laga melawan Iran. Hal serupa diperkirakan akan terus dipraktikkan demi menghidupkan permainan Messi, termasuk kala menghadapi Nigeria di Estadio Beira Rio, Porto Alegre, Rabu (25/6/2014) malam WIB.
(roz/cas)











































