Penalti yang menentukan kemenangan Belanda atas Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2014 diawali perebutan bola antara Rafael Marquez dan Arjen Robben. Marquez menyebut Robben telah mengakui bahwa kontak di antara mereka tak layak diganjar penalti.
Marquez dan Robben memang berulang kali terlibat duel sepanjang laga di Estadio Castelao, Fortaleza, Minggu (29/6/2014). Robben sempat beberapa kali terjatuh di kotak penalti Meksiko, tapi wasit Pedro Proenca (Portugal) tak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Pada prosesnya Meksiko kemudian unggul lebih dulu melalui gol Giovani Dos Santos. Namun, beberapa saat menjelang berakhirnya waktu normal, Belanda menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tembakan Wesley Sneijder.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klaas-Jan Huntelaar yang dipercaya menjadi eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tembakannya memastikan kemenangan Belanda dengan skor 2-1.
Terkait insiden yang menyebabkan Meksiko dihukum penalti, Marquez merasa dirinya tak menjatuhkan Robben. Seusai pertandingan, Robben juga bilang kepadanya di area ruang ganti pemain bahwa kejadian tersebut tak seharusnya berujung penalti.
"Itu bukan penalti, meskipun salah satu dari (tekel) sebelumnya adalah penalti," ujar Marquez yang menirukan ucapan Robben, seperti dikutip Reuters.
"Saya yakin itu bukan penalti. Saya merasa menyentuh tanah, tapi saya tak menyentuhnya. Mungkin dia yang menyentuh saya," tambah mantan pemain Barcelona ini.
Marquez menyayangkan gaya Robben yang kadang begitu mudah jatuh di lapangan meski cuma mendapat sedikit sentuhan dari lawan. Menurutnya, hal ini telah mencederai semangat fair play.
"Untuk 10 pelanggaran yang dia dapat, dia membiarkan dirinya jatuh lima kali, dan itu bukan fair play," katanya.
"Itu harus berubah. Sayangnya di Piala Dunia ini, kejadian ini bukan cuma sekali dua kali memengaruhi kami. Tapi, saya tak ingin membuat alasan," ujar Marquez.
(mfi/raw)











































