Kiper-kiper Brilian dan Extra Time Warnai Babak 16 Besar

Kiper-kiper Brilian dan Extra Time Warnai Babak 16 Besar

- Sepakbola
Rabu, 02 Jul 2014 06:21 WIB
Kiper-kiper Brilian dan Extra Time Warnai Babak 16 Besar
AFP/Adrian Dennis
Jakarta -

Tidak ada skor besar tercipta di babak 16 besar Piala Dunia. Namun, sederet laga seru nan menegangkan terhampar. Lima dari delapan laga yang ada bahkan harus melalui extra time.

Hanya laga Belanda vs Meksiko, Kolombia vs Uruguay, dan Prancis vs Nigeria yang berakhir dalam waktu 90 menit. Belanda menang 2-1 atas Meksiko, Kolombia menang 2-0 atas Uruguay, sementara Prancis menang 2-0 atas Nigeria.

Kendati demikian, Belanda dan Prancis tidak meraih kemenangan dengan mudah. Belanda bahkan sempat tertinggal lebih dulu, sebelum akhirnya membalas lewat dua gol menjelang peluit panjang dibunyikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada laga tersebut, De Oranje juga harus menghadapi tangguhnya kiper Meksiko, Guillermo Ochoa. Ochoa berkali-kali menggagalkan peluang yang dihasilkan tim besutan Louis van Gaal itu.

Sama seperti Belanda, Prancis juga kesulitan membobol gawang Nigeria lantaran kiper Vincent Enyeama tampil apik. Enyeama baru bobol ketika laga memasuki menit ke-79 dan akhirnya bobol lagi di menit 90+2.

Lima Laga Lewati Extra Time

Performa gemilang penjaga gawang juga mewarnai laga-laga seperti Brasil vs Chile, Jerman vs Aljazair, Argentina vs Swiss, dan Belgia vs Amerika Serikat. Semuanya harus diselesaikan dengan melewati extra time.

Kiper Chile, Claudio Bravo, berkali-kali menggagalkan peluang Neymar dkk. dan Brasil pun dipaksa bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Chile akhirnya takluk di babak adu penalti setelah kiper Brasil, Julio Cesar, menggagalkan dua penendang pertama Chile.

Bravo sendiri akhirnya hanya berhasil memblok satu tendangan pemain Brasil di babak adu penalti, dan Chile pun tersingkir setelah penendang terakhir mereka, Gonzalo Jara, gagal mengeksekusi tendangan dengan baik. Tendangan Jara membentur tiang sebelah kanan.

Kiper Aljazair, Rais M'bolhi, juga membuat para pemain Jerman kesulitan membobol gawang timnya. Sampai kemudian Andre Schuerrle dan Mesut Oezil mencetak gol pada menit ke-92 dan 120.

Tidak kalah bagus adalah performa Diego Benaglio di bawah mistar gawang Swiss dan Tim Howard yang mengawal gawang AS. Keduanya membuat para pemain Argentina dan Belgia harus bekerja ekstra-keras.

Benaglio akhirnya takluk setelah Angel Di Maria membobol gawangnya di menit ke-117. Sementara Howard, dibobol dua kali oleh Kevin De Bruyne di menit ke-93 dan Romelu Lukaku di menit ke-105.

Howard tidak terbantu dengan banyaknya ruang di depan kotak penalti AS, yang mana membuat Belgia leluasa melancarkan serangan selama hampir 120 menit. Kendati timnya kalah, performa kiper milik Everton itu tetap mengundang pujian.

Satu laga lainnya, yakni Kosta Rika vs Yunani, berakhir lewat adu penalti setelah kedua tim bermain 1-1 selama 120 menit. Kiper Kosta Rika, Keylor Navas, juga tampil oke. Tercatat, Navas melakukan 7 buah penyelamatan selama 120 menit pertandingan.

(roz/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads