'Krul for The Dutch, Cruel for Costa Rica'

'Krul for The Dutch, Cruel for Costa Rica'

- Sepakbola
Minggu, 06 Jul 2014 11:47 WIB
Krul for The Dutch, Cruel for Costa Rica
REUTERS/Marcos Brindicci
Salvador -

Judul di atas merupakan ucapan komentator tak lama setelah Belanda memenangi adu penalti melawan Kosta Rika. Satu orang Belanda bernama Tim Krul membuat sepakbola begitu kejam untuk Los Ticos.

Bagaimana tidak ketika Kosta Rika berhasil bertahan dari gempuran Belanda selama 90 menit laga di Arena Fonte Nova, Salvador, Minggu (6/7) dinihari WIB. Tak hanya di waktu normal, Kosta Rika pun berhasil membuat Belanda pusing tujuh keliling di dua kali babak perpanjangan waktu.

Robin van Persie, Arjen Robben, dan Wesley Sneijder, trio Oranje di lini depan ini seperti kehabisan akal dan frustrasi menghadapi pertahanan berlapi Kosta Rka plus penampilan oke Keylor Navas di bawah mistar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika laga tampaknya harus dituntaskan lewat babak tos-tosan, Louis van Gaal pun lantas berpikir cepat melakukan sesuatu yang bisa dibilang sebuah perjudian.

Bukan penyerang atau gelandang yang dimasukkan untuk menjadi eksekutor penalti, melainkan Tim Krul yang berposisi sebagai kiper. Suatu hal yang tak lazim dilakukan oleh seorang pelatih ketika timnya menghadapi babak adu penalti.

Van Gaal tahu Jasper Cillessen, yang merupakan kiper utama Belanda, tak pernah menggagalkan satu pun penalti. Tapi statistik Krul pun tak oke-oke banget mengingat ia hanya mampu menepis dua dari 20 penalti yang di Newcastle United.

Tapi bukan Van Gaal namanya jika ia tak melakukan hal seperti ini yang akhirnya berbuah manis. Cuma satu menit berada di lapangan dan tanpa menyentuh bola sekalipun, Krul akhirnya jadi pahlawan Belanda di babak tos-tosan.

Dua dari empat eksekutor Kosta Rika, Bryan Ruiz dan Michael Umana, berhasil dihadangnya. Dan hebatnya lagi Krul mampu membaca arah seluruh penendang Kosta Rika.

Belanda menang 4-3 lewat drama adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol dan kepahlawanan Krul pun menghentikan cerita cinderella Kosta Rika, negara dunia ketiga di sepakbola dan hanya berpenduduk 4,5 juta orang.

"Anda duduk di ujung sana dan berpikir bahwa mungkin saja laga ini dilanjutkan ke extra time serta adu penalti dan Anda pun membawa tim Anda lolos ke semifinal. Ini seperti mimpi, benar-benar tidak bisa dipercaya," ujar Krul seperti dikutip Reuters.

Memang sepakbola terkadang kejam bagi para pelakunya. Ketika Krul dielu-elukan sebagai Hero di timnya, sementara Kosta Rika harus pulang dengan kekecewaan.

(mrp/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads