Andre Schuerrle sumbang assist, sementara Mario Goetze jadi pencetak gol tunggal. Keduanya mudah saja dijadikan pahlawan kemenangan Jerman atas Argentina. Namun, jangan lupakan juga Bastian Schweinsteiger.
Sumbangsih Schweinsteiger memang tidak sekasat mata memberi assist atau mencetak gol. Tapi, tanpa Schweinsteiger bisa jadi mustahil Die Mannschaft mengangkat trofi Piala Dunia 2014.
Schweinsteiger adalah dinamo dari lini tengah Jerman semalam. Ketika Sami Khedira terpaksa absen akibat cedera engkel saat pemanasan, Joachim Loew mau tidak mau berpaling kepada Christoph Kramer --gelandang berusia 23 tahun yang sebelum laga final belum sekalipun jadi starter untuk Jerman di Piala Dunia 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Kramer cedera, setelah kepalanya terbentur oleh bahu Ezequiel Garay dan harus digantikan oleh Andre Schuerrle, Schweinsteiger pun jadi satu-satunya gelandang bertahan murni Jerman.
Hasilnya? Schweinsteiger menjalani laga dengan amat baik. Squawka mencatat, Schweinsteiger melakukan 4 tekel sukses sepanjang pertandingan dan mengkreasikan satu peluang. Di luar itu, akurasi passing-nya mencapai angka 90%.
Performa apik Schweinsteiger dalam melindungi pertahanan timnya juga terlihat ketika Jerman menundukkan Prancis 1-0 di babak perempatfinal.
Ketika itu, Schweinsteiger kerap turun ke dalam kotak penalti tim sendiri untuk melakukan blok. Ini membuat Mathieu Valbuena, yang pada babak kedua laga tersebut diinstruksikan bermain lebih ke dalam, menjadi kesulitan.
Tak ayal, Schweinsteiger pun layak disebut sebagai salah satu pahlawan Jerman sepanjang turnamen ini. Luka di bawah mata kanannya akibat terkena sikut Sergio Aguero pun terasa setimpal.
Ketika peluit panjang dibunyikan, Schweinsteiger pun tidak kuasa menahan air matanya.
(roz/a2s)











































