Jerman Khawatirkan Hooligan Lokal

Jerman Khawatirkan Hooligan Lokal

- Sepakbola
Sabtu, 06 Mei 2006 17:15 WIB
Jerman Khawatirkan Hooligan Lokal
Jakarta - Polisi Jerman diminta melupakan ancaman hooligan Inggris dan Belanda, attau bahkan dari pendukung Polandia dan Ukraina. Justru ada kekhawatiran lebih untuk hooligan lokal. Salah seorang atasan kepolisian Jerman menyatakan bahwa kekhawatiran terbesar mereka adalah para hooligan tuan rumah. Hal itu bukan berarti mereka tidak akan mengawasi ancaman dari luar yang mungkin datang. Tetapi fokus mereka saat ini adalah ancaman yang dapat datang dari suporter Jerman sendiri. "Yang membuat saya terkadang sakit kepala adalah memikirkan bagaimana kita akan menjaga sekitar 10.000 hooligan tetap dalam batas," ujar kepala informasi olahraga Jerman ZIS, Michael Endler seperti dilansir AP, Sabtu (6/5/2006). Kecemasan tersebut bukan tanpa alasan. Pada bulan Februari lalu pihak Jerman dipermalukan setelah 65 warga mereka ditangkap dalam sebuah kerusuhan di partai persahabatan melawan Slovenia. Kerusuhan tersebut merupakan yang terbesar melibatkan hooligan Jerman sejak Piala Eropa 2000 di Belanda-Belgia. Endler pun menghimbau para hooligan Jerman tersebut, termasuk sekitar 3.000 orang yang dikategorikan sebagai anggota garis keras, dapat mengontrol tindakan mereka di Piala Dunia 2006. Dia juga percaya bahwa ancaman hooligan yang berasal dari luar Jerman terlalu dilebih-lebihkan. Pihak kepolisian Jerman pun bekerjasama dengan negara-negara Eropa lainnya. Sebanyak 500 petugas kepolisian terutama yang telah berpengalaman dengan masalah hooligan diperbantukan oleh semua negara yang turut serta di Piala Dunia untuk berjaga di Jerman. "Kerjasama dengan negara lain telah berjalan dengan sangat baik. Dari apa yang saya dengar saya percaya bahwa laporan tentang masalah yang terjadi terlalu dibesar-besarkan," tandas Endler. Media-media Jerman memang telah sering memberitakan tentang kemungkinan kekacauan yang akan terjadi akibat ulah hooligan di Piala Dunia 2006. Sebuah stasiun televisi di Jerman bahkan menginformasikan tentang ancaman yang dilontarkan hooligan dari polandia. Para perusuh tersebut meneriakkan slogan "Revenge for World War II" atau "Blood to the Germans" untuk menegaskan ancaman mereka terhadap tuan rumah. Namun Endler tak ingin menanggapi dengan terburu-buru. Menurutnya kerusuhan hanya dapat terjadi jika tim dari negara-negara seperti Polandia, Ukraina ataupun Inggris tersebut saling bertemu dalam pertandingan. Tetapi ia pun tidak mengabaikan kemungkinan kerusuhan terjadi kembali antara Jerman dan Polandia seperti yang terjadi akhir November lalu. Saat itu 30 warga jerman dan 55 orang Polandia ditangkap setelah terjadi keributan di hutan dekat perbatasan kedua negara. "Kecuali kami mendapatkan informasi yang sangat jelas, tidak akan ada tindakan untuk mencegah mereka bertemu satu sama lain dimanapun, tak ada satu pun," tegas Endler. Endler menambahkan bahwa dalam kerusuhan di Piala Dunia 1998 pun sebanyak 61 dari 64 pertandingan yang ada berjalan dengan damai. Pada turnamen di Prancis tersebut seorang polisi negeri itu mengalami koma setelah dipukuli perusuh Jerman. Dan ia percaya bahwa di Jerman pun seluruh pertandingan akan berjalan dengan aman. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads