Jerman Belajar dengan Jam

Jerman Belajar dengan Jam

- Sepakbola
Senin, 22 Mei 2006 15:07 WIB
Jerman Belajar dengan Jam
Jenewa - Jam tangan sebagai oleh-oleh? Itu sudah pasti dicari oleh setiap pelancong dari kunjungannya ke Swiss. Tapi buat tim Jerman, ada hal yang dapat dipelajari dengan jam. Setibanya di Jenewa, Swiss, Minggu (21/5/2006), manajer Oliver Bierhoff menuturkan sebuah filosofi dari jam yang akan coba diterapkan Michael Ballack dan kawan-kawan.Sebagaimana lumrah dipahami, sebuah tim sepakbola terdiri dari pemain-pemain yang memiliki karakter berbeda-beda. Menggabungkan mereka menjadi sebuah kesatuan tentu menjadi tantangan buat tim itu sendiri tugas utama staf pelatih."Mereka (para pemain) akan belajar bagaimana membongkar sebuah jam dan menyatukannya kembali," demikian Bierhoff dikutip Sportinglife. "Ini sesuatu yang sedikit berbeda.""Jika partikel-partikel itu terkumpul lagi dan Anda mendengar jam itu berdetak, Anda pasti merasa senang," sambung mantan penyerang yang punya dikenal punya sundulan maut itu.Pasukan Jerman berada di Swiss dalam rangkaian tur latihan di luar negeri sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia 2006. Selain latihan, program ini juga bisa dimanfaatkan sebagai liburan agar para pemain lebih rileks sebelum bertarung di negaranya bulan Juni-Juli nanti. Mumpung sedang berada di Negeri Jam, bisa dipastikan banyak anggota rombongan akan berburu jam tangan, yang seringkali menjadi simbol status di kalangan pemain. Banyak jam terbaik, atau paling tidak yang paling mahal, berasal dari Swiss."Banyak pemain di skuad kami yang memang maniak jam tangan," cetus Bierhoff. Jerman, yang sebelumnya menghabiskan lima hari di kepulauan Sardinia, Italia, akan menetap di Swiss hingga 30 Mei. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads