Pendukung Korsel Realistis
Senin, 29 Mei 2006 18:02 WIB
Seoul - Punya impian memang bagus, tetapi tetap harus bersikap realistis. Pendukung Korea Selatan pun menerapkan prinsip ini menjelang pertarungan Piala Dunia 2006 yang bergulir pada 9 Juni. Tak ada yang menyangsikan kalau prestasi tim Negeri Ginseng di pentas dunia termasuk kinclong sebagai wakil Asia. Bahkan untuk Piala Dunia, tercatat Korsel akan tampil untuk ketujuh kalinya secara beruntun di putaran final. Yang menjadi puncak, tentulah saat Piala Dunia 2002. Sebagai tuan rumah memang secara otomotis Korea lolos ke putaran final. Tapi nyatanya mereka bisa memberi hasil lebih dengan menembus semifinal, sebuah sejarah baru di sepakbola Asia.Kali ini di Jerman, dan tidak bertarung sebagai tuan rumah, para pendukung tampaknya sangat sadar kalau hampir tidak mungkin tim kesayangan mereka bisa mengulangi sukses seperti empat tahun lalu. "Kami tetap memberi dukungan dan semangat bagi tim, tapi kami harus sadar situasi persaingan di Jerman tidak sama seperti di tahun 2002 lalu," ujar salah seorang pendukung Korsel, Mi Jyang-hun dilansir Reuters, Senin (29/5/2006). Di Piala Dunia 2002, pelatih yang menukangi Korsel saat itu yakni Guus Hiddink bahkan sampai diangkat sebagai warga kehormatan. Lepas dari Hiddink, sejak September 2005, Korsel mempercayakan kursi pelatih kepada Dick Advocaat, pelatih asal Belanda lainnya.Selama diasuh Advocaat, Korea memang tampil cukup memuaskan dengan menundukkan tim tangguh seperti Serbia, Kroasia, Iran dan Meksiko. Namun cukupkah meyakinkan para fans-nya?Foto: Ekspresi salah seorang pendukung Korsel (ist) (erk/)











































