Soal Pfister Masih Simpang Siur

Soal Pfister Masih Simpang Siur

- Sepakbola
Sabtu, 10 Jun 2006 16:01 WIB
Soal Pfister Masih Simpang Siur
Jakarta - Kabar bahwa Otto Pfister mundur sebagai pelatih tim Togo masih simpang siur. Meskipun ada sinyalemen demikian, tapi pelatih asal Jerman itu belum dinyatakan resmi out.Pfister diberitakan mundur menyusul keterangan dokter tim Togo Joachim Schubert kepada situs majalah Kicker bahwa yang bersangkutan telah meninggalkan hotel rombongan Togo di kota Wangen, Jumat (9/6/2006) malam waktu setempat.Presiden federasi sepakbola Togo, Rock Gnassingbe, saat dikonfirmasi Reuters lewat telepon, mengatakan bahwa Pfister "telah pergi", tapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.Juru bicara FIFA untuk Togo menambahkan: "Mr. Otto Pfister mengadakan pertemuan dengan Gnassingbe tadi malam dan meninggalkan hotel pada pukul 2 dinihari (waktu setempat). Ia mengatakan telah finis dengan tim Togo.""Saat ini kami tidak tahu apa yang sedang terjadi. Kami masih menunggu konfirmasi akhir dari presiden federasi sepakbola Togo."Pfister "mundur" karena kesepakatan tentang bayaran pemain belum tercapai. Para pemain meminta 115 ribu euro per pertandingan dengan bonus 30 ribu euro jika menang atau 15 ribu euro jika seri. Pemerintah menganggap nilai itu terlalu besar untuk sebuah negara semiskin mereka.Seorang juru bicara federasi yang bernama Messan Attolou menyangkal bahwa Pfister telah hengkang. "Dia masih duduk bersamaku saat ini. Dia masih di hotel bersama kami," katanya kepada AP. Saat ditanya apakah Pfister masih pelatih Togo, Attolou menjawab "tentu saja".Pfister, 68, ditunjuk menggantikan Stephen Keshi setelah Togo tampil amat buruk di turnamen Piala Afrika bulan Januari lalu. Sebelumnya pria Jerman ini pernah menukangi timnas Zaire dan Ghana. Pfister meloloskan Arab Saudi dari kualifikasi Piala Dunia 1998 tapi dipecat sebelum putaran final menyusul kritikannya kepada otoritas kerajaan yang dianggapnya terlalu ikut campur tangan.Sementara itu Perdana Menteri Togo Edem Kodjo saat ini sudah berada di Wangen. Selain untuk mencari solusi mengenai permintaan bayaran pemain, ia juga sedang mengupayakan visa buat 100 fans Togo yang belum bisa berangkat ke Jerman.Di ibukota Lome, para suporter yang akan bertindak sebagai "cheerleader" tersebut menggelar aksi protes di depan kantor kedubes Jerman. Menurut salah seorang fans, pihak kedubes belum mengeluarkan visa karena mereka tidak punya pernyataan jaminan dari bank, sebagaimana salah satu syarat administratif pengurusan via."Kebanyakan dari kami bukanlah pekerja resmi. Kami bekerja sendiri. Saya, misalnya, berjualan air dingin sebagai mata pencaharian. Bagaimana bisa saya menyediakan pernyataan bank?" kata seorang wanita bernama Maman Semon, yang populer dipanggil "Mama Togo" berkat dukungan uniknya buat tim Togo sepanjang babak kualifikasi.Foto: Otto Pfister. (AFP/Peter Klaunzer) (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads