Preview Belanda vs Serbia & Montenegro
Ofensif Bataven Kontra Defensif Slavia
Minggu, 11 Jun 2006 16:30 WIB
Jakarta - Voetbal is oorlog, sepakbola adalah perang. Bagaimana strategi dan taktik Van Basten untuk meremukkan Ilja Petkovic dan pasukannya? Apa kira-kira jawaban Petkovic?Kemenangan Van Basten dan pasukannya dalam konfrontasi pertama Belanda malam ini melawan Serbia-Montenegro menjadi pijakan penting untuk mengikuti jejak De Generaal (sang jenderal), mendiang Rinus Michels. Kalah dilumat pasukan bangsa Slavia dari Balkan itu berarti jalan menjadi semakin sulit. Soalnya dua pasukan kuat lainnya sudah siap menelikung: Argentina dan Pantai Gading.Karena itu duel pertama di Pool C ini langsung krusial. Dan itu terpantul jelas dari ketegangan wajah Van Basten dalam konferensi pers kemarin malam. Van Basten yang biasanya rileks menyampaikan konferensi pers, malam kemarin terlihat sangat serius, pelit pernyataan dan tidak berselera dipancing guyon. Konon lagi membeber strategi dan susunan pemain.Selain beratnya lawan yang akan dihadapi, Van Basten juga masih dipusingkan oleh 'deraan cedera' yang dialami tulang punggung, terutama lini tengah pasukannya: Philip Cocu, Rafael van der Vaart dan Van Bommel. Meskipun menurut keterangan resmi derajat cedera mereka termasuk ringan, namun dalam konfrontasi kelas dunia hal itu tetap menggelisahkan. Belih kepenak-lah pokoke, kata orang Tegal.Tapi, Van Basten kemungkinan seperti biasa akan memainkan pasukannya sesuai dengan permainan sendiri, bertarung menyerang dengan formasi 4-4-3, dengan bliksem aanval (serangan kilat) bertempo tinggi pada 30 menit pertama. Jika semua fit, amukan kavaleri dan singa-singa Oranje ini sangat mematikan dan menguras tenaga.Ilja Petkovic sangat faham risiko serbuan pasukan anak turun bangsa Bataven dari lembah sungai Maas itu. Petkovic pasti menyiapkan agar pemain-pemainnya, teruma lini defensi, untuk bermain kompak dan liat. Impuls-impuls berdaya ledak disiapkan dari lini tengah, mengandalkan Djordjevic dan Stankovic. Dengan bertumpu pada benteng pertahanan ala pasukan bangsa Slavia ini, mereka akan membiarkan Oranje menyerang, lalu menunggu momen tepat untuk menggempur balik dengan tajam dan cepat. Mateja Kezman tipikal pemain yang matang dengan pola ini.Oranje sendiri di bawah Van Basten mengalami metamorfose signifikan, terutama lini defensinya dipermak dengan sentuhan ala Italia, hasil pengalamannya merumput di sana. Sayangnya, negeri ini per tradisi memang jarang menghasilkan defender top sekualitas Maldini misalnya. Lini defensinya tetap menjadi titik lemah.Padahal, back-up gempuran dari lini belakang (posisi 2,3,4,5) itu dalam konsep totaal voetbal juga sangat menentukan. Vektor serangan Oranje menurut konsepnya, diharapkan mengalir dari lini yang kemungkinan diawaki Van Bronckhorst, Mathijsen, Ooijer dan Heitinga. Selanjutnya menjadi tanggung jawab posisi 6 (Van der Vaart atau Sneijder), yang harus piawai memainkan vektor ke segala arah. Jika peran ini sukses dijalankan, maka Van Persi, Robben dan Van Nistelrooy bisa bermutasi menjadi singa-singa yang mengamuk secara buas.Perkiraan susunan pemainBelanda: (Kiper) Van der Sar, (Bek) Van Bronckhorst, Mathijsen, Ooijer, Heitinga, (Tengah) Cocu, Sneijder, Van Bommel, (Depan) Robben, Van Nistelrooy, Van PersieSerbia-Montenegro: (Kiper) Jevric, (Bek) Dragutinovic, Krstajic, Gavrancic, N.Djordjevic, (Tengah) P.Djordjevic, Duljaj, Nadj, Stankovic, (Depan) Zigic, Kezman (a2s/)











































