Sejarah Indoor Ketiga di Piala Dunia

Sejarah Indoor Ketiga di Piala Dunia

- Sepakbola
Rabu, 14 Jun 2006 15:46 WIB
Sejarah Indoor Ketiga di Piala Dunia
Frankfurt - Anda menyaksikan pertandingan antara Korsel Vs Togo semalam di Waldstadion Frankfurt? Pertandingan itu masuk dalam catatan sejarah Piala Dunia sebagai pertandingan ketiga yang dilakukan secara indoor.Sejak pertama kali digelar di Uruguay pada 1930, tercatat baru tiga pertandingan Piala Dunia yang dilakukan dengan atap stadion yang tertutup. Pertandingan pertama yang dilaksanakan secara indoor adalah pertandingan antara Amerika vs Swiss di Pontiac Silverdome, Detroit, Amerika Serikat pada 18 Juni 1994. Sedangkan pertandingan indoor kedua adalah pertandingan antara Inggris vs Argentina yang digelar di Sapporo Dome, Jepang pada 7 Juni 2002.Dan pertandingan Korsel Vs Togo masuk dalam catatan pertandingan ketiga indoor.Keputusan penutupan atap stadion itu dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya suhu atau temperatur udara yang melanda Jerman dalam minggu ini yang diprediksi akan mencapai suhu lebih dari 30 derajat Celcius atau 90 derajat Fahrenheit. Dengan suhu yang makin meningkat, maka bayangan yang tampil di layar televisi pemirsa di seluruh dunia akan semakin mengganggu.Di partai Inggris versus Paraguay Sabtu 10 Juni lalu, terdapat sebuah layar TV empat sisi berukuran besar yang digantung di bagian atas stadion.Sekedar mengingatkan, benda itulah yang sempat 'memotong' laju bola yang ditendang tinggi-tinggi oleh penjaga gawang Inggris Paul Robinson, yang semestinya tidak menemui penghambat di udara -- wasit mengulang momen tersebut menjadi bola mati.Stadion berikutnya yang akan masuk catatan sejarah pertandingan yang digelar indoor adalah Stadion AufSchalke Arena di Gelsenkirchen. FIFA sudah menyetujui rencana menutup atap stadion tempat klub Schalke 04 itu berkandang. Para pemain Argentina dan Serbia Montenegro dijamin tidak akan kepanansan akibat sengatan langsung sinar matahari. (bal/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads